Stakeholder Workshop "Infrastructure Asset Securitization for Development Financing Acceleration"

Jakarta, (11/4): Badan Kebijakan Fiskal bersama dengan AIPEG (Australia Indonesia Partnership Economic Government) menyelenggarakan stakeholder workshop dengan tema “Infrastructure Asset Securitization for Development Financing Acceleration” pada hari Selasa, tanggal 11 April 2017 di Hotel Pullman, Jakarta. Stakeholeder workshop yang dihadiri oleh para investor dan otoritas terkait ini bertujuan mengumpulkan perspektif dari para stakeholder atas rekomendasi BKF mengenai promosi pelaksanaan sekuritisasi aset untuk membiayai proyek infrastruktur baru. Selain itu kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pembahasan terkait skema inovasi pendanaan proyek infrastruktur baru tersebut.

Mengawali workshop, Rionald Silaban, Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional, menyampaikan pidato pembuka terkait peran investor dalam sekuritisasi aset untuk  pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kemudian Aloysius Kiik Ro selaku Deputi Kementerian BUMN melanjutkan sesi pembukaan dengan menyampaikan paparan mengenai masa depan dari perkembangan sekuritisasi aset yang dikelola BUMN. Beliau menyampaikan bahwa Asset-backed Securitization atau Efek Beragunan Aset (EBA) adalah salah satu pilihan yang tepat untuk mengembangkan sekuritisasi aset. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti double taxation, legal concept, accounting policy, dan market maker. Sesi pembukaan workshop ini ditutup dengan paparan mengenai peran optimal pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BUMN dalam sekuritisasi aset oleh Rainier Haryanto yang menjabat sebagai Program Director KPPIP (Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas).

Workshop ini menghadirkan 13 panelis yang terbagi menjadi dua sesi diskusi panel. Sesi pertama yang diisi oleh enam panelis yaitu Marsangap Tamba selaku Direktur Investasi dari PT Danareksa Investment Management, I Made Bagus Tirtayatra selaku Deputi Direktur Perizinan Investasi OJK, Aryanto Purwadi selaku  Manajer Perencanaan Strategis BNI (Bank Negara Indonesia), David Widianto selaku Kepala Divisi Keuangan PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur), Armand Hermawan selaku CFO PT IIGF (Indonesia Infrastructure Guarantee Fund) dan Radius Bayu Irawan selaku Kepala Divisi Strategi Bisnis dan Investasi Langsung PT Taspen, membahas mengenai beberapa cara untuk berinvestasi pada sektor infrastruktur baik langsung maupun tidak langsung melalui pasar finansial.

Sesi diskusi panel pertama dipimpin oleh Arif Baharudin, Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal, berfokus pada seberapa besar current appetite sekuritisasi aset infrastruktur terutama pada Asset-backed Securitization atau Efek Beragunan Aset (EBA) serta tantangan terkini yang berkaitan dengan permintaan, penawaran, peraturan terkait lingkungan, infrastruktur pasar modal dan bagaimana agar para investor merasa nyaman untuk berinvestasi pada aset infrastruktur. Menurut I Made Bagus Tirtayatra, salah satu tantangannya adalah belum ada pihak yang bertindak sebagai market maker. Beliau juga menyampaikan harapan tentang pembiayaan infrastruktur strategis melalui sekuritisasi aset. Selain itu mengenai current appetite, Aryanto Purwadi menyampaikan bahwa sekuritisasi aset ini dapat menjadi alternative pembiayaan atau investasi yang dipillih dengan syarat menghasilkan yield tinggi dan mempunyai resiko yang dapat diukur. Radius Bayu Irawan juga menyampaikan bahwa PT Taspen menantikan untuk lebih banyak lagi produk-produk baru yang dapat meningkatkan investasi, karena hingga saat ini EBA masih menjadi salah satu yang porsinya paling kecil.

Pada diskusi panel sesi kedua dibahas mengenai ruang untuk mengembangkan investasi melalui EBA dalam sektor infrastruktur strategis yang diikuti oleh tujuh panelis berikutnya yaitu Donny Arsal selaku Direktur Keuangan PT Jasa Marga, Rawan Insani selaku Kepala Divisi Keuangan PT PLN, Andra Y. Agussalam selaku Direktur Keuangan PT Angkasapura II, Sophia Issabela Wattimena selaku Senior Vice President PT Pelindo II, Harold J.D. Tjiptadjaja selaku Chief Investment Officer and Managing Directror PT IIF (Indonesia Infrastructure Finance), Nicola Dondi selaku Excecutive Director Goldman Sachs Investment Banking Division Asia Pasific, dan  Joko Sogie selaku Equity Analyst PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia. Prof. Romuald Semblat, Financial Stability Advisor AIPEG, yang memimpin diskusi panel ini membahas mengenai proyek prioritas terkini pada sektor infrastruktur startegis dan bagaimana EBA dapat sesuai dengan rencana keuangan dan mampu menghadirkan modal yang lebih banyak untuk Indonesia.

Workshop ini kemudian ditutup dengan penyampaian kesimpulan dari Parjiono, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal. (ady/ar/lnf)