Pertemuan Bilateral Menteri Keuangan dengan Treasurer Australia
Di sela-sela kunjungan resminya ke Australia, Menteri Keuangan menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Treasurer baru Australia, Josh Frydenberg, sekaligus menandatangani amandemen Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama kebijakan dan teknis, antara Kementerian Keuangan dan Austalian Treasury.
Dalam pertemuan bilateral, kedua petinggi negara berbagi pandangan atas kondisi ekonomi global dan membahas upaya peningkatan kerja sama kemitraan menyangkut ekonomi dan keuangan. Saat ini, perekonomian dunia menghadapi tantangan perang dagang, normalisasi kebijakan moneter Amerika Serikat dan tingkat utang dunia. Kedua negara sepakat bahwa Sidang Tahunan IMF/World Bank yang diselenggarakan di Bali bulan lalu merupakan momentum penting bagi perumus kebijakan dari seluruh dunia untuk menentukan arah kebijakan terkait respon atas normalisasi, dan untuk mengurangi risiko perang dagang terhadap ekonomi dan pertumbuhan global. Kedua pihak juga menantikan pertemuan tingkat pemimpin negara G20 bulan depan di Argentina akan menghasilkan outcome yang baik dan tepat.
Pada kesempatan tersebut, Treasurer Australia kembali menyampaikan dukungannya atas upaya Indonesia untuk memperoleh keanggotaan pada Financial Action Task Force (FATF). Selain itu, kedua belah pihak sepakat untuk berkomitmen dalam penyelesaian negosiasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), yang dianggap penting untuk peningkatan perdagangan kedua negara.
Secara khusus, Menteri Keuangan menyampaikan terima kasih atas kemitraan teknis yang telah terjalin selama ini. Bantuan berupa sembilan ekor anjing pelacak jenis K9 dari Australia bagi Direktorat Jenderal Bea Cukai dinilai mampu membantu Indonesia, terutama di tengah tingginya frekuensi penyelundupan narkoba. Menteri Keuangan juga mengapresiasi kemitraan dengan Australia dalam reformasi perpajakan di Indonesia. Disebutkan, bulan lalu Indonesia menerbitkan Tax Expenditure Report untuk pertama kalinya, yang disusun dengan mengacu dari pengalaman Australia. Laporan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan sinkronisasi kebijakan perpajakan di Indonesia.
Pertemuan bilateral juga menyinggung upaya peningkatan kerja sama di sektor pendidikan, yang merupakan bagian dari investasi human capital jangka panjang, dengan menyusun program pertukaran mahasiswa dan pegawai yang lebih sistematis dan struktural. Saat ini, Australia merupakan negara tujuan belajar terbesar kedua bagi mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) setelah Inggris.
Sementara itu, amandemen MoU antara Kemenkeu dan Australian Treasury dimaksudkan untuk mengakomodasi perubahan-perubahan yang terjadi atas beberapa hal seperti area/fokus kerja sama dan pergantian struktur lembaga. MoU tersebut selama ini telah menjadi landasan kemitraan kedua institusi di berbagai bidang.


