Gotong Royong untuk Kelangsungan Ekonomi Indonesia
Jakarta (20/07) – Pandemi Covid 19 yang berkepanjangan memiliki dampak yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Untuk mengatasi krisis ini, Pemerintah selaku otoritas fiskal di Indonesia dan Bank Indonesia selaku otoritas moneter di Indonesia melakukan sinergi, guna memastikan perekonomian Indonesia tetap berjalan sebagaimana mestinya. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destri Damayanti yang didampingi oleh ekonom, serta Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri bertemu dalam Webinar Corpu Talk Episode 10 yang bertema 'Menjaga Kelangsungan Ekonomi Indonesia dari Pandemi COVID-19'.
Dalam acara ini, Kepala BKF menyampaikan mengenai situasi ekonomi di tahun 2020 yang berbeda dari krisis-krisis sebelumnya.
"2020 ini sangat berbeda, karena krisisnya belum terjadi secara statistik, tapi kita tahu ini sedang terjadi. Kita melihat setiap hari, bagaimana saudara-saudara kita hidupnya makin susah,” kata Febrio.
Untuk itu, seluruh komponen bangsa harus bersatu padu, guna melewati krisis ini bersama-sama.
Stabilitas makro menjadi kata kunci dalam kerja sama antara Pemerintah dengan Bank Sentral. Tidak hanya terbatas ke stabilitas makro fiskal seperti pertumbuhan ekonomi dan pemerataan, tapi juga stabilitas makro moneter seperti inflasi dan nilai tukar. Dari konteks ini, gotong royong antara kedua otoritas tercipta.
Febrio menambahkan, dengan defisit yang mencapai 6,34% tahun ini, dan kemungkinan masih di atas 3% hingga tahun 2022, diperlukan kepercayaan pasar yang besar. Untuk itu, konsep gotong royong ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi sehingga kepercayaan pasar tetap terjaga. Dengan stabilitas yang terjaga, diharapkan Indonesia dapat keluar dari masa-masa sulit ini di tahun ini dan dapat melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional di tahun 2021.
"Gotong royong ini diharapkan akan berlanjut di 2021, dan melibatkan lebih banyak pihak lagi, seperti perbankan dan pengusaha-pengusaha, sehingga cita-cita negara untuk menjadi negara maju di 2045 dapat tercapai," lanjut Febrio.
Sementara itu, Deputi Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan bahwa kondisi pandemi ini tidak bisa diperkirakan kapan berakhirnya. Sehingga sektor fiskal dan moneter tidak dapat bergerak sendiri-sendiri untuk mengatasi krisis ini. Bank Indonesia, selaku otoritas moneter di Indonesia siap mendukung Pemerintah untuk melakukan pemulihan ekonomi Indonesia melalui berbagai operasi moneter di pasar.
Ekonom dan Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyampaikan bahwa tantangan terbesar perekonomian di Indonesia ada di tahun 2021, ketika seluruh kelonggaran moneter yang ada sekarang sudah tidak ada lagi. Karena itu, Pemerintah hendaknya memperhatikan mengenai kondisi pasca pandemi, agar pemulihan ekonomi tetap berjalan sesuai rencana. (aew)
