Hadiri Seminar Kesehatan UNNES, Kepala BKF Jelaskan Cara Pemerintah Tangani Covid-19
Jakarta (22/07): Kepala Badan Kebijakan Fiskal Febrio Kacaribu berkesempatan menjadi keynote speaker dalam acara International Seminar on Physical Health and Education (ISPHE) ke-5 yang digelar oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES) secara virtual pada Rabu, 22 Juli 2020 melalui video conference. Dalam seminar yang dihadiri oleh para dosen, peneliti, praktisi di bidang kesehatan dan mahasiswa UNNES, Febrio menjelaskan bagaimana kondisi krisis kesehatan di Indonesia dan global serta strategi pemerintah khususnya dari sisi kebijakan fiskal dalam menangani pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi.
“Seluruh dunia sedang berusaha merumuskan kebijakan terbaik untuk menangani pandemi Covid-19, namun belum ditemukannya vaksin menyebabkan kondisi ini masih dipenuhi ketidakpastian,” ujar Febrio.
Dalam paparannya, Febrio menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah Indonesia dalam menangani Covid-19 memprioritaskan 3 aspek, yaitu aspek kesehatan, jaring pengaman sosial dan dukungan dunia usaha. Sebagai langkah kebijakan yang luar biasa, pemerintah juga telah melakukan pelebaran defisit APBN 2020 di atas batas normal 3% dan melakukan realokasi serta refocusing anggaran agar diperoleh tambahan anggaran untuk penanganan Covid-19.
“Ini adalah kejadian yang luar biasa, oleh karena itu kita butuh langkah yang luar biasa pula,” kata Febrio.
Lebih lanjut, Febrio mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp695,2 Triliun dalam rangka merespons pandemi Covid-19 yang terdiri dari Rp87,55 Triliun untuk kesehatan, Rp203,9 Triliun untuk perlindungan sosial, Rp120,61 Triliun untuk insentif dunia usaha, Rp123,46 Triliun untuk UMKM, Rp53,57 Triliun untuk pembiayaan koorporasi dan Rp106,11 Triliun untuk Pemerintah Daerah dan Sektoral. Febrio menegaskan bahwa ke depannya, pemerintah akan berupaya melakukan yang terbaik dalam merealisasikan anggaran tersebut.
“Ini merupakan tantangan besar bagi pemerintah, yaitu bagaimana pemerintah dapat membelanjakan uang tersebut dengan bijak, cepat dan dengan tetap memperhatikan moral hazard,” tambah Febrio.
Febrio juga menegaskan bahwa pemerintah sangat serius untuk meningkatkan kualitas sistem kesehatan Indonesia. Dukungan yang dilakukan pemerintah dalam mereformasi sistem kesehatan antara lain: mempercepat penyembuhan pasien Covid-19 dengan memperkuat fasilitas kesehatan, alat kesehatan dan tenaga kesehatan; menyiapkan program generasi unggul dengan memperkuat program promotif dan preventif serta mengurangi stunting; memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah; health security preparedness dengan mengintegrasikan sistem kesehatan; dan mereformasi jaminan kesehatan nasional untuk mewujudkan Universal Health Coverage. (cs)
