BKF Gelar Seminar Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana di Universitas Tadulako, Palu.
Palu, (5/6/2024) – Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Universitas Tadulako menyelenggarakan Seminar Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) di Indonesia pada 5 Juni 2024, di Palu, Sulawesi Tengah. Seminar ini dihadiri oleh perwakilan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu, Bank Dunia, Mahasiswa Universitas Tadulako, Ditjen Kekayaan Negara serta Badan Kebijakan Fiskal. Kegiatan ini ditujukan untuk mendiseminasikan strategi pemerintah dalam pembiayaan dan asuransi risiko bencana di Indonesia. Seminar mencakup serangkaian presentasi yang komprehensif membahas profil risiko bencana di Indonesia, perkembangan terbaru strategi PARB, serta penerapannya dalam konteks ekonomi dan keuangan.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Universitas Tadulako dan Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral, Badan Kebijakan FIskal. Wakil Rektor Universitas Tadulako menyampaikan bahwa seminar ini penting bagi Universitas Tadulako dan Sulawesi Tengah, mengingat perkembangan penduduk di Palu cukup pesat, potensi kerugian akan cukup besar ke depan jika terjadi bencana. Selain itu, Palu merupakan daerah yang berisiko bencana, antara lain gempabumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi pada tahun 2018. Berdasarkan pengalaman, salah satu yang menjadi masalah adalah dalam pembiayaan, karena sumbangan pemerintah dan lainnya pun belum bisa membantu secara signifikan. Kepala Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral menyampaikan bahwa pembiayaan dan asuransi risiko bencana menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan. Seminar ini diharapkan akan menjelaskan betapa pentingnya kolaborasi dalam mengatasi risiko bencana. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan masyarakat dapat menjadi lebih tangguh bencana.
Sesi pembahasan dalam seminar ini terdiri atas dua bagian, yaitu sesi paparan dan sesi diskusi panel. Sesi paparan disampaikan oleh Rita Helbra Tenrini, Ketua Pokja Pendanaan Risiko Bencana, PKRB-BKF yang menyampaikan presentasi mengenai Perkembangan Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana, serta Ery Kurniawan, Kepala Seksi di Direktorat BMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang membahas konsep dan implementasi pengasuransian BMN. Sedangkan untuk sesi diskusi panel dimoderatori oleh Indra Budi Sucahyo, Analis Kebijakan Ahli Muda, PKRB-BKF, dan menghadirkan 5 panelis yaitu Imran Rosjadi (Analis Kebijakan Ahli Madya, PKRB-BKF), Kepala Divisi Penyaluran Dana Program-BPDLH, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Palu, Hendra Setiawan (Dosen Fakultas Teknis Universitas Tadulako), dan Clarita Kusharto (Financial Sector Specialist Bank Dunia).
Seminar ditutup oleh Kalaksa BPBD Kota Palu yang menyampaikan terdapat 3 kata kunci dalam penanggulangan bencana, termasuk pendanaannya, yakni ketepatan, kecukupan, dan kecepatan. Ketepatan ini sulit diperoleh secara sempurna sehingga perlu didukung data yang valid dan akurat untuk penyaluran yang tepat. Selain itu, sistem dan prosedur yang ada juga harus sesuai sehingga penanganan yang dilakukan menjadi cepat. (MBP)







