Menkeu Lantik Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kemenkeu
Jakarta, (23/5/2025) — Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati resmi melantik 22 pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Jumat, 23 Mei 2025. Bertempat di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat.
Dalam sambutannya, Menkeu menegaskan bahwa Kemenkeu memiliki mandat dan tanggung jawab yang sangat besar yaitu sebagai pengelola keuangan negara. “Sebagai negara dana rakca, penjaga dan pengelola keuangan negara, sebutan tersebut mencerminkan sebuah tanggung jawab yang luar biasa bagaimana kita mengelola keuangan negara, keuangan publik secara transparan, akuntabel, dan terus berorientasi pada manfaat dan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat yang adil dan beradab,” ujar Menkeu.
Para pejabat yang dilantik berasal dari berbagai Unit Eselon I, diantaranya Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Anggaran, hingga Badan Kebijakan Fiskal yang kini telah bertransformasi menjadi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) dan Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (DJSPSK). Transformasi ini tidak hanya terbatas pada perubahan nomenklatur, melainkan juga mencakup refocusing fungsi penyusunan kebijakan fiskal yang lebih tajam dan penguatan peran sektor keuangan serta kerja sama internasional. Febrio Kacaribu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKF, kini dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Sementara itu, posisi Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan dipercayakan kepada Masyita Crystallin.
Pada akhir sambutannya, Menkeu menyampaikan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik akan arti penting dari tugas yang diemban. Ia menekankan bahwa amanah sebagai penjaga keuangan negara bukan sekadar jabatan struktural, melainkan kehormatan yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab dan integritas. “Saya selalu tidak pernah lelah untuk mengingatkan anda semuanya. Menjalankan tugas negara adalah sebuah kehormatan. Sebuah privilege yang harus dijawab dengan martabat tinggi, bukan privilege untuk kepentingan pribadi atau golongan. Selamat bekerja, selamat menjalankan amanah,” tutup Sri Mulyani. (WP/IKP)