SBY: Kondisi sistem perbankan dalam negeri baik

TOKYO (Bisnis.com): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa sistem perbankan dalam negeri berada dalam kondisi yang baik.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa dalam pesawat Kepresidenan Airbus A330-341 menuju San Fransisco, kemarin.

"Presiden menerima informasi dari Gubernur Bank Indonesia [BI], mengenai situasi perbankan yang tetap berada dalam kondisi yang baik," ujarnya.

Sementara itu, di dalam negeri gagal kliring telah menyebabkan transaksi saham Bank Century dibekukan sejak sesi II kemarin, ketika harga di level Rp50. Kapitalisasi pasar saham emiten bank berkode BCIC itu mencapai Rp1,4 triliun dengan rasio harga saham terhadap laba per saham 30 kali.

Kliring adalah pertukaran warkat atau data keuangan elektronik antarbank, baik atas nama bank maupun nasabah, yang hasil perhitungannya diselesaikan dalam waktu tertentu. Bank harus menempatkan dana dalam bentuk giro di BI agar bisa ikut dalam transaksi. Tanpa ketersediaan dana yang cukup maka pengajuan kliring bisa ditolak.

Presiden Yudhoyono saat ini sedang melakukan kunjungan kerja mulai 13 - 26 November ke empat negara. Salah satu agenda yang diikuti Presiden adalah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang digelar di Washington D.C., AS, pada 15 November.

Semula, Gubernur BI Boediono dijadwalkan berangkat ke Washington D.C. bersama rombongan Presiden. Nama Boediono telah tercantum dalam daftar rombongan resmi.

Hatta mengatakan Boediono tidak bertolak mengikuti KTT G-20. Kehadiran Bank sentral dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom.

Meski tengah melakukan lawatan, lanjut Hatta, Presiden tetap melakukan koordinasi dengan pejabat negara lainnya.

Sesaat setelah pesawat kepresidenan mendarat di Bandar Udara Tokyo Narita International pada pkl. 21.00 waktu setempat atau pkl. 19.00 WIB, kemarin, selain melakukan pembicaraan jarak jauh dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono, Presiden juga mengontak Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang telah berada di Washington D.C. Pembicaraan dilakukan di ruang tunggu VVIP Bandar Udara Tokyo Narita International.

Tokyo dipilih sebagai tempat transit sekaligus pengisian bahan bakar dalam perjalanan perjalanan Jakarta-Washington D.C., Amerika Serikat.

Presiden Yudhoyono, ujar Hatta, meminta laporan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai kondisi terkini di Tanah Air.

Pada pembicaraan terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga melaporkan hasil pertemuan tingkat menkeu dan gubernur bank sentral kelompok G-20 di Sao Paolo, Brasil, pada akhir pekan lalu dan bahan-bahan persiapan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Washington D.C. yang akan dihadiri Presiden pada 15 November.

"Dengan demikian maka Presiden tetap memantau, memberikan arahan dan mendapatkan laporan setiap saat situasi di Tanah Air," ujar Hatta.(er)