RI tak lagi gandeng IMF atasi krisis
WASHINGTON DC (Bisnis.com): Pemerintah Indonesia memilih untuk tidak menggunakan bantuan Dana Moneter Internasional (International Menetary Fund/IMF) dalam upaya pemulihan perekonomian nasional setelah krisis keuangan menghantam dunia.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menjawab pertanyaan para jurnalis dalam konferensi pers seusai Konferensi Tingkat Tinggi G-20 pada Minggu waktu setempat.
Keputusan tersebut, lanjut Presiden, diambil berdasarkan hasil penanganan krisis di Indonesia yang dilakukan IMF pada 1998.
"Hubungan dengan IMF [pada 10 tahun yang lalu) banyak yang tidak pas. Dan menurut pendapat saya, jangan menggunakan satu resep untuk mengatasi semua persoalan. Harus melihat secara utuh dunia, kawasan, dan bukan hanya persoalan negara demi negara," tuturnya.
Banyaknya formula yang tidak sesuai dengan kondisi di negara penerima bantuan, menurut Kepala Negara, semakin mendorong langkah percepatan reformasi terhadap fungsi, peran, dan kewajiban dari lembaga internasional.
Presiden menambahkan pemerintah akan lebih berhati-hati dalam membangun kemitraan dengan lembaga internasional. Pemerintah, kata dia, juga perlu memastikan bahwa langkah penyelesaian masalah dan pendekatan yang diambil oleh lembaga tersebut sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Saat ini, lanjut Presiden, format kerja sama yang akan diambil jika Indonesia memerlukan bantuan adalah melalui kemitraan bilateral dengan sejumlah negara sahabat dan Bank Dunia. Presiden merintis upaya tersebut dengan cara mengadakan beragam pertemuan bilateral.