Hillary: Indonesia Negara Penting bagi AS

Jakarta (Sindo) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin membentuk kerja sama komprehensif dengan Indonesia. Bagi AS, Indonesia merupakan salah satu negara terpenting dalam kancah internasional.

Kemitraan antara kedua negara ini, yang kami yakini menggerakkan demokrasi dan pembangunan, akan memberikan kerangka untuk memajukan kepentingan bersama kedua pihak di beberapa isu regional dan global, ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Rodham Clinton saat menggelar jumpa pers bersama Menlu Hassan Wirajuda di Gedung Deplu, Jakarta, kemarin.

Dia menilai kedua negara bisa bekerja sama dalam perlindungan lingkungan dan perubahan iklim, perdagangan dan investasi, promosi demokrasi, kesehatan, pendidikan, keamanan nasional dan kontraterorisme. Menurutnya, Indonesia sangat strategis sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dan demokrasi ketiga terbesar di dunia. Kami memiliki nilai yang sama, kita samasama telah menjalankan demokrasi, paparnya. Bagi Hillary, Indonesia telah mengalami transformasi besar dalam 10 tahun terakhir.

Indonesia telah membangun institusi yang kuat serta mendukung pengembangan masyarakat sipil yang dinamis. Pada saat yang sama, Indonesia juga menghormati hak asasi manusia dan sukses dalam memerangi terorisme dan ekstremisme. Indonesia juga bisa mengakhiri konflik sektarian,separatis,serta berusaha membuat dunia sebagai tempat yang lebih nyaman bagi perdagangan global, papar Hillary. Hillary menambahkan, pemerintahan Presiden Barack Obama ingin menggandeng seluruh dunia.Indonesia akan menjadi partner penting dalam upaya itu.

Jadi, kami berusaha mempererat kerja sama kami pada sejumlah isu, ujarnya. Dalam kesempatan itu, Menlu Hassan Wirajuda mengungkapkan, Indonesia tidak bisa lepas dari pengaruh buruk krisis ekonomi yang sedang melanda AS. Sebagai negara berkembang, Indonesia akan terpengaruh dampak negatif krisis finansial global. Kami akan terus saling berhubungan untuk mencari jalan apakah AS bisa membantu Indonesia untuk mengatasi krisis keuangan ini, ujar Hassan.

Hillary menjawab tantangan itu dengan mengatakan,sebagai anggota G-20,Indonesia dan AS harus bekerja sama untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan terwujudnya kemakmuran. Tiap negara menghadapi masalah ini, tapi tidak ada negara yang bisa melakukannya sendiri dan meskipun Indonesia memproyeksikan rata-rata pertumbuhan positif, jelas bahwa Indonesia butuh dukungan dari negaranegara lain di Asia dan seluruh dunia, papar Hillary.

Hillary memuji langkah Indonesia untuk melakukan langkah nyata dalam upaya memerangi pemanasan global. Dia memberi selamat atas suksesnya pelaksanaan konferensi tingkat tinggi pemanasan global tahun 2007 lalu di Bali. Dalam jumpa pers itu, Hillary juga menyampaikan salam dari Obama. Saya menyampaikan salam dari Presiden Obama yang mengatakan dan menulis sendiri tentang pentingnya masa kecilnya di sini.

Ini memberikannya pandangan tidak hanya pada kebudayaan yang berbeda dan beragam, tapi juga kapasitas rakyatnya dengan perbedaan latar belakang yang bisa hidup secara harmoni bersama-sama, ujarnya. Pernyataan ini diamini Hassan yang mengatakan, Kami telah membuktikan bahwa di sini demokrasi, Islam, dan modernitas bisa berjalan beriringan. Di akhir jumpa pers, Hassan sempat menanyakan kepada Hillary tentang kemungkinan kedatangan Obama ke Indonesia.

Kami tidak sabar menyambut kehadiran Presiden Obama ke Indonesia, papar Hassan. Pertanyaan itu disambut Hillarydenganpenuhsenyuman. Tak tampak lelah di wajah istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu yang telah menempuh perjalanan jauh dari Tokyo ke Jakarta kemarin. Selain mengungkapkan keinginan AS untuk membentuk kemitraan komprehensif dengan Indonesia, Hillary juga melontarkan beberapa cerita santai yang menjadi pengalamannya.

Saya pernah berkunjung ke Indonesia ketika masih menjadi ibu negara AS dan ini bukanlah suatu kebetulan jika saya bisa kembali berkunjung ke negara ini sebagai menteri luar negeri. Jadi ini bukan kunjungan pertama saya, paparnya. Sementara itu, saat menghadiri jamuan makan malam bersama 75 tokoh Indonesia di Gedung Arsip Nasional di Jakarta,Hillary terlihat lebih rileks. Suciwati, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Foke - Bowo, Theo L Sambuaga, dan Mooryati Soedibyo tampak berada di antara para tamu.

Hillary memperkenalkan beberapa staf Departemen Luar Negeri AS yang dia ajak berkunjung kepada para hadirin sebelum melontarkan beberapa pengalamannya. Saya ingat pernah berkunjung ke sebuah daerah di Indonesia ketika saya masih menjadi ibu negara, ada seorang ibu yang melahirkan dirawat di bawah pohon, itu membuat saya prihatin, tuturnya sambil menambahkan bahwa ibu itu harus datang sekali sepekan ke bawah pohon itu untuk memeriksakan bayinya.

Hal itu membuatnya berpikir betapa pentingnya pembangunan masyarakat sipil di semua negara. Dia mengatakan, pembangunan masyarakat sipil menjadi salah satu agenda penting dalam pemerintahan Presiden Obama saat ini. Masyarakat sipil dipandang sebagai salah satu faktor penting dalam mewujudkan demokrasi di berbagai belahan dunia. Dia juga mengatakan bahwa pemilu adalah salah satu sarana untuk belajar berdemokrasi.

Menurut dia, selalu ada yang menang dan kalah dalam pemilu. Dan, kadang sulit menerima kekalahan karena Anda tahu kita berada dalam sistem demokrasi dan kita punya partai. Jadi ada orang yang mengatakan bahwa kita akan menang, tapi kenyataan tidak terjadi seperti itu, ujarnya. Ketika kekalahan itu terjadi, orang yang kalah seharusnya legawa dan tidak perlu ada dendam. Dalam sistem demokrasi, semua pihak harus menerima hasil pemilu.

Kita harus bekerja terus di dalam atau di luar sistem untuk membawa perubahan setelah pemilu. Anda harus tahu apa yang harus Anda lakukan, paparnya. Meski kalah,Anda tetap harus bekerja sama. Saya adalah orang yang paling kaget di dunia ketika Presiden Obama meminta saya menjadi menteri luar negeri.

Ini adalah komitmen saya untuk berjuang bagi negara dan saya mengatakan iya, imbuh Hillary yang disambut tepuk tangan hadirin. (alvin)