Anggito: Rp 6 Triliun Untuk Bantalan Pengaman APBN 2009

Kompas, SELASA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu, Anggito Abimanyu, menyebutkan, bantalan pengaman yang disediakan untuk mengamankan APBN 2009 jika terjadi perubahan asumsi harga minyak ditetapkan sekitar Rp 4 triliun. Lebih dari itu, pemerintah juga menetapkan anggaran dan cadangan risiko fiskal Rp 2 triliun yang dialokasikan jika terjadi kegagalan pencapaian target lifting (produksi minyak siap jual) sebesar 960 ribu barrel per hari.

Anggito mengungkapkan hal tersebut usai menghadiri Rapat Kerja Panitia Anggaran DPR dengan Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Jabatan Menko Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, Selasa (23/9).

Anggito mengatakan, dulu, saat asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) berubah dari 100 dollar AS per barrel ke 130 dollar AS per barrel, net impact (selisih antara penerimaan migas dengan belanja migas) mencapai Rp 6 triliun . Dengan demikian, setiap perubahan ICP 10 dollar AS per barrel akan menghasilkan net impact senilai Rp 2 triliun.

"Jadi kalau perubahannya sebesar 20 dollar AS per barrel (dari asumsi ICP 95 dollar AS ke 115 dollar AS per barrel), maka bantalan yang diperlukan sekitar Rp 4 triilun," ujar Anggito.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, suasana pasar modal dan pasar uang internasional di tahun 2009 masih penuh ketidakpastian dan rapuh. Atas dasar itu, pemerintah tetap membutuhkan dana cadangan risiko fiskal yang digunakan jika asumsi dasar dalam APBN 2009 gagal tercapai. Salah satunya adalah kegagalan target ICP yang ditetapkan 95 dollar AS per barrel menjadi maksimal 115 dollar AS per barrel di 2009. (OIN)