Menkeu Jawab Misteri Angka Kemiskinan
Menanggapi berbagai pertanyaan fraksi mengenai kesenjangan antara data yang dipaparkan Presiden SBY dalam pidato kenegaraan 15 Agustus lalu dengan fakta di lapangan mengenai angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hal ini dipengaruhi oleh harga beras yang turun dan kondisi pekerja sektor pertanian yang relatif baik selama periode Maret 2007-Maret 2008. Hal ini diungkapkannya di depan rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (26/8).
Menurut Sri Mulyani, kondisi inflasi year in year yang relatif stabil pada angka 8,17 persen berbanding terbalik dengan penurunan harga beras. Rata-rata harga beras nasional selama periode tersebut turun 3,01 persen atau dari Rp 6.414 per kilogram menjadi Rp 6.221 per kilogram.
Selain itu, rata-rata upah nominal harian buruh tani selama periode tersebut meningkat 9,88 persen, naik dari Rp 14.932 menjadi 16.407 pada Maret 2008. Rata-rata upah riil harian buruh tani juga mengalami kenaikan 0,90 persen, dari Rp 2.553 menjadi Rp 2.576. "Artinya, daya beli buruh tani relatif sedikit membaik," ujar Sri Mulyani.
Selama periode Januari-April 2008 juga terjadi panen raya di beberapa provinsi. Produksi padi naik 5.55 juta ton dalam periode ini dari tahun sebelumnya. Sri Mulyani menambahkan penurunan angka kemiskinan juga dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah pengangguran.
Tingkat Pengangguran Terbuka turun menjadi 8,46 persen atau sekitar 9,43 juta pada Februari 2008 dari tahun sebelumnya. Penurunan jumlah pengangguran disebabkan makin terbukanya lapangan kerja di sektor informal secara luas.
Kompas.Com