Lebih dari 200 Mahasiswa Semangat Pelajari Ekonomi dan Fiskal Lebih Dalam
Jakarta, (09/12/2025) – Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kementerian Keuangan baru saja menyelenggarakan acara Bincang APBN 2026 (04/12). Dihadiri oleh lebih dari 200 mahasiswa di Jakarta, acara ini menghadirkan pembicara yang ahli di sektor ekonomi, fiskal, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Ada banyak situasi dan tantangan baik dari dalam ataupun luar negeri yang mempengaruhi APBN. Situasinya bisa jadi perang luar negeri, perkembangan harga komiditas, dan perekonomian domestik. Oleh karena itu, APBN didesain fleksibel agar mampu menjalankan tiga fungsi utamanya, yaitu stabilisasi, distribusi, dan alokasi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional,” ujar Agrevinna Beatrice selaku moderator saat membuka diskusi.
Acara yang bertajuk “Jelajah APBN 2026” ini menggali lebih dalam apa saja yang menjadi fokus dan prioritas APBN tahun 2026. Pada sesi pertama, Rudi Handoko, Analis Kebijakan Ahli Madya DJSEF mengajak mahasiswa untuk meliha gambaran besar perekonomian, mulai dari tantangan global, regional, hingga domestik. Lalu bagaimana kinerja ekonomi makro Indonesia yang menjadi landasan penting dalam penyusunan APBN 2026.
Setelah menjelajahi fondasi makro, pada sesi kedua, Widianto, Analis Kebijakan Ahli Madya DJSEF melanjutkan penjelajahan menuju arah kebijakan fiskal 2026. Bagaimana APBN dirancang untuk menjaga stabilitas, mendorong pertumbuhan ekonomi yag berkualitas, memperkuat layanan publik, serta menjalankan agenda prioritas nasional.
Para mahasiswa sangat antusias mengikuti sesi demi sesi diskusi hingga sesi tanya jawab. Harapannya, diskusi pada acara Bincang APBN ini dapat menambah wawasan, membuka sudut pandang baru, dan memperkuat pemahaman kita mengenai kebijakan fiskal dan arah pembanguna ke depan.
Para pembicara juga berharap APBN dapat terus menjadi instrumen yang menghadirka kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana mengutip Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, “Mari kita kaya bersama.” (fms/cs)







