Rupiah diperdagangkan Rp11.290 per dolar AS
Jakarta (Bisnis.com): Kurs rupiah diperdagangkan pada posisi Rp11.290 per dolar AS pada sesi pagi ini melemah dibandingkan dengan level penutupan kemarin yang masih Rp11.275 per dolar AS. Selain itu, beberapa peristiwa dan laporan ekonomi pada hari ini berpeluang memengaruhi perdagangan mata uang di kawasan Asia.
Kurs yen diperkirakan terpengaruh pertemuan Menteri Keuangan Jepang Shoichi Nakagawa, Menteri Kebijakan Fiskal dan Ekonomi Kaoru Yosano, dan Kepala Sekretaris Kabinet Takeo Kamura pada pagi ini di Tokyo.
Kawamura akan mengisi sesi kedua pada pukul 16.00 waktu setempat. Bank of Japan akan mengeluarkan release minute dari hasil pertemuan Desember. Yen diperdagangkan di level 89,08 pada pukul 07.15 waktu Sidney.
Sementara itu, rupee diperkirakan terpengaruh kebijakan yang diambil bank sentral India. Gubernur bank sentral India Duvvuri Subbarao kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya pada hari ini setelah menurunkan level suku bunganya pada bulan ini. Selain itu, Bank of India, berdasarkan survei Bloomberg, akan mempertahankan repurchase rate pada posisi 4%. Kurs rupee saat ini sekitar 48,95 per dolar AS.
National Statistics Office akan melaporkan data impor November pada hari ini. Impor Filipina pada Oktober turun 11,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, Filipina juga akan melaporkan perkembangan PDB pada kuartal IV/2008 dan bank sentral negara itu diagendakan mengumumkan kebijakan moneternya pada 29 Januari.
Laporan badan pusat statistik Filipina itu diprediksi memengaruhi perkembangan peso pada perdagangan hari ini. Saat ini peso Filipina diperdagangkan di level 47,257 per dolar AS.(luz)