Indonesia Harus Setor Rp400 Miliar per Tahun untuk Modal ADB

Jakarta--MI: Mulai 2010 Indonesia akan menyetor dana Rp400 miliar per tahun selama lima tahun, untuk penambahan modal Asia Development Bank (ADB).

Dana tersebut akan dianggarkan pada APBN 2010. Namun dengan penambahan setoran tersebut, pemerintah akan mendapat pinjaman senilai US$1 miliar per tahun dari ADB.

Demikian diungkapkan Kepala Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu di Jakarta, Selasa (10/3).

ADB, seperti halnya bank-bank pembangunan di dunia lainnya, akan menambah modalnya hingga 200% dengan dari modal awal mereka saat ini. Penambahan modal tersebut, sebesar 96% rencananya dipenuhi dalam bentuk guarantee, dengan cara mencari uang di pasar. Sedangkan 4% akan diperoleh dari dana tunai para anggotanya.

"Yang uang beneran, yang APBN itu 4%. Kalau Indonesia dengan (penambahan modal ADB) 200% dalam lima tahun, baru masuk APBN 2010 itu sekitar Rp400 miliar per tahun, untuk 5 tahun," kata Anggito.

Namun, katanya, penyetoran dana dari APBN tersebut dampaknya terhadap anggaran itu jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan manfaatnya. Sebab, jika ADB ditambah modalnya, bisa memberikan pinjaman siaga semacam DDO yang lebih besar.

DDO atau deffered drawdown option, yaitu adalah mekanisme pinjaman siaga jika surat utang yang diterbitkan pemerintah tidak laku di pasar.

"Itu untuk jaga-jaga saja. Itu yang kita pikirkan untuk ADB supaya bisa ditambah modalnya 200%. Apalagi kita pemegang saham nomor enam terbesar, tapi kita juga pengguna dana terbesar, buat kita sangat bermanfaat sekali karena kita akan dapat US$1 miliar untuk kontijensi," tambahnya.

Sementara itu, mengenai penambahan dana melalui pasar, padahal menurut survei IIF (pendanaan di seluruh dunia) turun US$400 miliar tahun, Anggito optimistis dana tersebut masih ada. ADB, menurutnya, bisa memenuhi pendanaan tersebut tapi masih ada.

"ADB kan AAA ratingnya tidak seperti kita, jadi dia manfaatkan dana yang bagus karena ratingnya tinggi. Guarantee kan colable/kertas. ADB akan masuk ke pasar untuk dapatkan dana menambah modal. Dalam bentuk cash (penambahan modal tidak terlalu besar). Dibandingkan guarentee yang akan dia lakukan," tandasnya.(Tup/OL-01)