Kepercayaan atas ekonomi dunia turun
SINGAPURA (Bisnis Indonesia): Survei pada enam benua menunjukkan kepercayaan terhadap perekonomian dunia turun pada Maret dikarenakan semakin parahnya resesi yang melebihi perkiraan dan program penyelamatan lembaga finansial yang baru dari pemerintahan Obama.
Bloomberg Professional Global Confidence Index turun menjadi 5,95 bulan ini dari 8,5 pada Februari. Angka indeks di bawah 50 berarti pesimistis. Survei memperlihatkan sentimen atas Eropa dan AS turun, sedangkan responden di Asia sedikit pesimistis dengan regional mereka.
Bank Dunia mengatakan ekonomi global diperkirakan merosot untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II, dengan kolapsnya perdagangan yang terparah sejak Great Depression. Erosi kepercayaan memperburuk penurunan ekonomi, saham perbankan AS turun 26% sejak survei terakhir di luar usaha ketiga pemerintah membantu Citigroup Inc.
"Krisis finansial dan resesi ekonomi mempengaruhi satu sama lain, hal ini menambah pesimistis. Kami tidak bisa apa-apa sampai paket stimulus terasa dampaknya. Titik terang di ujung terowongan agaknya masih panjang," ujar Mantin van Vliet, ekonom ING Bank di Amsterdam, yang turut ambil bagian dalam survei tersebut.
Laporan minggu ini mengindikasikan perekonomian global masih berlanjut melemah. Pesanan untuk pabrikan Jerman turun 38% dibandingkan dengan Januari tahun lalu, sedangkan pesanan untuk mesin Jepang melanjutkan penurunanan pada bulan keempatnya.
Keyakinan responden di AS atas negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu turun dari 8,6 menjadi 5,2. Sentimen merosot tajam pada sebagian besar pasar lainnya, dengan indeks Itali jatuh dari 9,3 menjadi 5,5. Untuk kawasan Eropa Barat turun menjadi 8,2 dari 9,1.
Survei yang dilakukan atas 3.600 pengguna Bloomberg yang diadakan pada 2-6 Maret. Sejak survei sebelumnya, Presiden Barack Obama telah menandatangani undang-undang paket stimulus sebesar US$787 miliar, European Central Bank dan Bank of England memotong suku bunga ke level terendah dan semakin banyak pengangguran di AS sejak 1982.
Pemerintah negara-negara Eropa telah mengeluarkan lebih dari 1,2 triliun euro (US$1,5 triliun) untuk melindungi sistem perbankan mereka dan berjanji untuk mengeluarkan sekitar 200 miliar euro untuk mengangkat ekonomi dari krisis yang semakin terpuruk. Negara Asia Pacific juga mengumumkan rancangan serupa sebesar lebih US$700 miliar.(t03/yn)