G-20 Setujui Pengetatan Aturan

HOSRHAM, Kompas.com - Sebelum pertemuan tingkat tinggi untuk mengatasi persoalan ekonomi global diselenggarakan, kelompok 20 negara kaya dan berkembang telah menyepakati beberapa poin perihal dana Dana Moneter Internasional dan pengawasan pasar yang lebih ketat. Akan tetapi, mereka masih belum sepaham mengenai langkah stimulus.

Para menteri keuangan G-20, Sabtu (15/3), sepakat untuk melakukan langkah apa pun yang diperlukan untuk melawan perlambatan ekonomi global. Pertemuan itu merupakan pembicaraan awal sebelum KTT para pemimpin G-20 di London, 2 April mendatang.

Kami bersiap melakukan hal apa pun untuk memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan kami berkomitmen untuk melakukan apa pun, ujar Menteri Keuangan Inggris Alistair Darling yang menjadi tuan rumah.

Mereka juga sepakat menaikkan dana milik Dana Moneter Internasional (IMF) walaupun dalam komunike bersama belum disebutkan besaran pastinya. Argentina menginginkan dana IMF mencapai 750 miliar dollar AS, sedangkan Uni Eropa 500 miliar dollar AS.

Para menteri keuangan itu juga sepakat untuk mengetatkan aturan dalam sistem keuangan.

Akan tetapi, pertemuan para menteri itu belum mencapai kesepakatan mengenai paket stimulus. Kontroversi masih muncul walaupun AS yang memiliki kekuatan ekonomi terbesar mendesak ada koordinasi kucuran stimulus baru belakangan ini.

Jerman dan Perancis menentang seruan AS itu untuk mengucurkan stimulus baru. Mereka lebih senang mengetatkan aturan yang ada untuk mengatasi krisis.

Kanselir Jerman Angela Merkel setelah bertemu dengan PM Inggris Gordon Brown yang akan menjadi tuan rumah pada KTT G-20 mengatakan sangat optimistis KTT akan menghasilkan sesuatu yang positif. �Saya sangat yakin, saya sangat optimistis kita dapat mencapai kesepakatan bersama dengan AS, juga dengan ekonomi berkembang seperti China dan India,� ujar Merkel.

Sementara Brown menekankan, diperlukan dukungan dari AS untuk mengatur hedge fund dan �perbankan bayangan� lain di pasar finansial.

�Hegde fund�

Pihak G-20 juga sepakat bahwa hegde fund, manajer investasi yang melayani nasabah superkaya, harus terdaftar. Sebelumnya, hedge fund tidak perlu mendaftar dan hanya terikat kontrak dengan nasabahnya saja. Hedge fund juga dituduh sangat spekulatif sehingga membuat gerakan di pasar finansial maupun komoditas sangat fluktuatif.

Kerangka ini akan dibahas dalam pertemuan G-20. Beberapa negara Eropa menginginkan agar hedge fund didaftar dengan serangkaian data-data untuk mengetahui lebih banyak lagi mengenai industri hedge fund dan potensinya merusak sistem finansial secara keseluruhan.

Jerman dan Perancis mengatakan awal pekan lalu bahwa hegde fund memerlukan aturan yang cocok serta pengumpulan dana pribadi juga harus diawasi dan diatur sebagaimana halnya dengan dana umum seperti reksa dana.

Selain itu, lembaga pemeringkat kredit harus didaftarkan dan sesuai dengan aturan Organisasi Komisi Pengawas Pasar Modal (IOSCO) dan memiliki badan pengawas.