BKF berikan Edukasi Mengenai Inovasi Pembiayaan Risiko Bencana di Peringatan PRB Nasional
Banda Aceh (10/10/2024) – Selama tiga hari, dari tanggal 8 hingga 10 Oktober 2024, peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Nasional diselenggarakan di Banda Aceh oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan tema “Na Ingat, Seulamat!” (kalau kita ingat, kita selamat) acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana. Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut dengan mengadakan sosialisasi Pooling Fund Bencana (PFB) dan membuka booth edukasi publik untuk masyarakat umum.
Sosialisasi PFB diadakan pada tanggal 8 oktober 2024 dan mengangkat tema Inovasi Pembiayaan Risiko Bencana dalam Memperkuat Ketahanan Pemerintah Daerah Terhadap Bencana. Acara ini membahas PFB, sebuah instrumen inovatif dari Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB) yang bertujuan memperkuat kesiapan pemerintah dalam menghadapi risiko bencana. PFB dirancang untuk memperkuat kemampuan pendanaan pemerintah dalam menghadapi bencana secara proaktif dan inovatif. Acara ini diselenggarakan secara hybrid dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, akademisi, serta masyarakat umum.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF, Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa PFB mentransformasi pembiayaan risiko bencana yang selama ini bergantung pada APBN/APBD dan bersifat reaktif, menjadi lebih proaktif dengan melibatkan berbagai sumber dana, termasuk donor internasional. "Melalui skema ini, dana yang terkumpul dapat dikelola secara berkelanjutan untuk menghadapi bencana yang terus meningkat di masa depan," ujar Wahyu Utomo.
Sejalan dengan itu, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo, juga menegaskan bahwa PFB memberikan solusi pendanaan inovatif yang dapat memperkuat ketangguhan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana. "PFB memberikan solusi pendanaan inovatif yang dapat memperkuat ketangguhan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana besar".
Sementara itu booth edukasi publik yang merupakan bagian dari Pameran Kebencanaan dibuka selama tiga hari (8-10 Oktober 2024 ) di Balai Meuseuraya Aceh, Banda Aceh. BKF memberikan edukasi mengenai latar belakang, tujuan dan aturan yang menjadi payung hukum adanya pooling fund bencana kepada masyarakat umum.
Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mengingat pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi ancaman bencana. (atn)







