Pertumbuhan Ekonomi Hanya 3 Persen
Jakarta (Suara Karya): Pertumbuhan ekonomi sebesar 3-4 persen pada tahun 2009 ini dinilai lebih realistis dibanding target pemerintah sebesar 4,5 persen.
Apalagi Bank Indonesia (BI) juga memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 ini maksimal hanya mencapai 3-4 persen.
Kepala The Indonesia Institute Intelligence (IEI), Sunarsip, di sela acara diskusi bertema "Kinerja Ekonomi dan Keuangan Terkini", di Jakarta, Minggu (29/3), mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan terganjal dampak krisis keuangan global yang belum akan reda pada tahun ini. "Saya rasa pertumbuhan ekonomi 3-4 persen itu lebih masuk akal dibandingkan dengan proyeksi pemerintah sebesar 4,5-5 persen," katanya.
Dia menjelaskan, hingga saat ini belum ada sinyal positif dari kondisi perekonomian dunia. "Hal ini ditandai dengan sejumlah pelaku usaha yang mulai pesimistis akan kemampuan Presiden Ba-rack Obama untuk merehabilitasi ekonomi Amerika Serikat," tuturnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Miranda Goeltom mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2009 diperkirakan hanya mencapai 3-4 persen atau turun dari perkiraan pemerintah sekitar 4-5 persen. "Ya sudah ada revisi, BI pakai 3-4 persen," katanya.
Dalam hal ini, menurut Miranda, tingkat pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada keberhasilan realisasi dana stimulus. Bila berhasil, maka pertumbuhan ekonomi bisa didorong hingga mencapai 4 persen. "Selain ekspor, penurunan pertumbuhan ekonomi juga berasal dari investasi. "Kekeringan likuiditas dunia menyebabkan investasi bisa berkurang. Oleh karena itu, kita berharap stimulus fiksal bisa menjaga pertumbuhan agar tetap bisa positif," ujarnya.
Sementara itu, Plt Menko Perekonomian/Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, negara-negara yang masih memiliki pertumbuhan ekonomi positif termasuk beruntung. Ini karena kondisi global saat ini menunjukkan pertumbuhan negatif 1,5 hingga 0,5 persen.
Awalnya pada APBN 2009 ditetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Namun, dengan melihat perkembangan yang terjadi, target itu direvisi menjadi 5 persen. Bahkan terakhir pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2009 hanya mencapai sekitar 4 hingga 5 persen dengan titik tengah 4,5 persen. (Indra)