G-20 Bangun Kepercayaan

LONDON, Kompas.com - Sebelum pertemuan Kelompok 20 atau G-20, Kamis (2/4), Bank Dunia mengumumkan program 50 miliar dollar AS untuk mengatasi penurunan volume perdagangan global.

Sementara itu, Inggris menyerukan agar para pemimpin dunia memberikan oksigen untuk meningkatkan kepercayaan agar dapat menyelamatkan perekonomian dunia dari resesi.

Para pemimpin dari 20 negara maju dan berkembang bertemu mulai hari Kamis (2/4) untuk mencari jalan keluar dari krisis terburuk sejak 1930-an ini. Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) menyatakan, pertumbuhan ekonomi di 30 negara anggotanya akan turun 4,3 persen tahun ini.

Jepang yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar nomor dua di dunia mengumumkan rencana stimulus ke tiga. Media Jepang memperkirakan stimulus akan menciptakan permintaan produksi sekitar 612 miliar dollar AS dan menciptakan dua juta lapangan kerja.

Ekonom dari OECD, Klaus Schmidt-Hebbel, mengatakan, langkah stimulus yang telah dilakukan seharusnya akan memperbaiki pertumbuhan pada tahun 2010.

Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown mengatakan, para pemimpin G-20 harus menyelamatkan atau menciptakan pekerjaan dan harus beraksi untuk meningkatkan potensi dari langkah yang mereka ajukan.

Pertemuan para pemimpin G-20 harus memberikan pasokan oksigen untuk meningkatkan kepercayaan global dan memberikan harapan kepada masyarakat dunia, kata Brown.

Sementara itu, bulan ini pasar saham mencatat kenaikan tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Pertemuan bilateral

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (31/3), bertemu dengan PM Inggris Gordon Brown. Setelah itu, Presiden Yudhoyono mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Australia Kevin Rudd.

Presiden Yudhoyono yang didampingi Ibu Ani akan berada di London sampai 2 April 2009. Turut dalam rombongan, beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, dan anggota DPR, Theo L Sambuaga, Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi, serta Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat. Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani bergabung dengan rombongan di London.

Presiden Yudhoyono tidak akan mengikuti seluruh rangkaian pertemuan G-20 yang dijadwalkan sampai tanggal 4 April 2009.

Presiden hanya akan menghadiri resepsi oleh Ratu Elizabeth II di Istana Buckingham dan jamuan makan malam oleh PM Brown bersama dengan kepala negara/pemerintahan negara anggota G-20 lainnya pada Rabu malam, 1 April 2009. (AP/AFP/REUTERS/JOE)