2014 PDB Bakal Capai Rp 10.000 Triliun

Nominal Produk Domestik Bruto atau PDB diperkirakan akan mencapai level Rp 10.000 triliun pada 2014. Pada saat itu, pemerintah diharapkan akan menghimpun penerimaan pajak jauh lebih besar dibandingkan penerimaan pajak yang sudah dikumpulkan saat ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (17/3/2010).

Nominal PDB pada 2010 diperkirakan akan mencapai Rp 5.981,4 triliun atau meningkat dibandingkan nominal PDB pada 2009 yang mencapai Rp 5.401,6 triliun. Ini adalah angka penting bagi pemerintah dalam menentukan target penerimaan pajak atau yang disebut tax rasio (rasio penerimaan pajak terhadap PDB) dan target penurunan rasio utang terhadap PDB atau debt to GDP ratio.

Penurunan debt to GDP ratio akan menyebabkan pemerintah menjadi sangat bergantung pada penerimaan pajak. Sebab, selama ini hanya ada dua sumber pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), yakni dari pinjaman (dalam dan luar negeri) serta penerimaan pajak. Dengan demikian, dengan semakin berkurangnya pinjaman, sumber pembiayaan APBN akan beralih ke penerimaan pajak.

Saat ini, tax ratio ditetapkan ada pada kisaran 14 persen terhadap PDB. Sementara debt to GDP ratio masih jauh lebih tinggi, yakni sekitar 27 persen. "Suatu saat, debt to GDP ratio akan semakin berkurang dan pajak akan menjadi sumber utama pendanaan APBN," ujar Hatta.

sumber : kompas.com