Penandatanganan Nota Kesepahaman Program Master Dual Degree Ilmu Ekonomi antara BKF, UGM dan AusAID
Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris BKF, Winarto, Wakil Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Paul Robilliard dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Wihana Jaya Kirana dan disaksikan oleh Kepala BKF, Anggito Abimanyu.
Dalam sambutannya, Anggito Abimanyu menyatakan bahwa ini adalah hadiah terakhir darinya sebagai Kepala BKF untuk pegawai BKF. Kepada para pegawai yang nantinya menerima beasiswa, Anggito berpesan agar bersungguh-sungguh mendalami ilmu di universitas nantinya. Pendidikan tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan dan merancang kebijakan di kemudian hari. Ilmu yang diperoleh diharapkan membantu menunjang dan mendukung tugas pokok dan fungsi Badan Kebijakan Fiskal.
Anggito juga menjelaskan bahwa bantuan pendidikan dari pemerintah Australia tersebut sifatnya adalah hibah bukan utang, sehingga tidak perlu merasa khawatir. "Ini grant, bukan utang dari pemerintah Australia," tegasnya.
Wakil Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Robilliard dalam sambutannya mengatakan ia yakin bahwa beasiswa baru ini akan membantu mempercepat pembangunan ekonomi Indonesia.
“Australia bangga dapat turut mendukung investasi sumber daya manusia Indonesia, terutama di bidang ekonomi dan kebijakan publik,� ujar Paul.
“Ini akan membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan merancang kebijakan selaku pembuat kebijakan�
Hadir dalam acara ini para pejabat eselon II dan III BKF, pejabat dari Biro Sumber Daya Manusia Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan, perwakilan dari FEB UGM serta beberapa media yang meliput pelaksanaan acara penandatanganan nota kesepahaman. (gh)