Regional Workshop Pemerintah Indonesia - Islamic Development Bank, Indonesia: Harnessing The Regional Potential
Pada hari Rabu (22/9), bertempat di Hotel Horison, Palembang, Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional (PKKSI) Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) bekerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Islamic Development Bank (IDB) menyelenggarakan Member Country Partnership Strategy (MCPS) 2010-2014 Regional Workshop dengan tema, “Indonesia : Harnessing The Regional Potential�. Penyelenggaraan workshop dimaksud merupakan regional workshop pertama yang diselenggarakan di Indonesia dan dilanjutkan di dua daerah lain di Indonesia, yaitu di Pontianak dan Manado.
Mulai tahun 2010, IDB bersama-sama Pemerintah akan menyusun dan memformulasikan fokus kerjasama antara Pemerintah dengan IDB melalui penyusunan Member Country Partnership Strategy (MCPS) yang merupakan kerangka kerjasama antara IDB Group dengan Pemerintah Indonesia untuk periode 4 (empat) tahun yaitu 2011-2014. MCPS merupakan pedoman kerjasama antara IDB Group dengan Negara anggota yang lingkup kerjasamanya tidak hanya meliputi sektor pemerintahan namun juga termasuk sector swasta. MCPS bertujuan untuk menyelaraskan lingkup (scope) kerjasama organisasi di bawah IDB Group dengan rencana prioritas pembangunan di Indonesia
Workshop ini dimaksudkan sebagai wadah bagi Islamic Development Bank (IDB), pemerintah pusat (Kementerian Keuangan dan Bapenas) dan pemerintah daerah (pemerintah provinsi se-Sumatera) dalam memberikan sumbangan pemikiran dan masukan mengenai MCPS 2010-2014 serta mensosialisasikan program kerja dan kegiatan dari IDB baik yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan di Indonesia. Workshop tersebut juga diharapkan dapat memberi masukan kepada Islamic Development Bank (IDB) dalam membangun kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (Medium Term Development Plan) 2010-2014.
Adapun tujuan dari workshop adalah (1) memberikan kontribusi pada rencana pembangunan infrastruktur Pemerintah Indonesia yang ditujukan guna meningkatkan pelayanan transportasi secara langsung dan atau kerjasama dengan pihak lainnya; (2) meneruskan dukungan pembangunan kualitas manusia seperti: pendidikan, kesehatan, program pembangunan sosial; (3) mendorong pengembangan sektor swasta bekerjasama dengan lembaga lokal keuangan lainnya melalui penyaluran pembiayaan untuk Unit Mikro Kecil dan Menengah (UMKM); (4) memperkuat industri keuangan syariah melalui bantuan kepada Pemerintah Indonesia dalam menerbitkan SBSN (Sukuk) dan juga melalui dukungan kepada bank syariah yang efisien; (5) membantu Pemerintah Indonesia dalam mengidentifikasi dan mengatasi hambatan terhadap pembangunan melalui keikutsertaan dalam studi diagnosis.
Workshop yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Provinsi Jambi, dihadiri sekitar 100 orang. Turut hadir pada kesempatan tersebut beberapa perwakilan dari pemerintahan provinsi se Sumatera, perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) se Sumatera, perwakilan dari Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) se Sumatera, perwakilan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se Sumatera serta perwakilan dari universitas dan IAIN se Sumatera. Selain itu juga hadir IDB Field Representative Indonesia, dan perwakilan dari IDB serta perwakilan dari Kementerian Keuangan dan Bappenas.
Sambutan
Workshop ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Yusri Effendi yang mewakili Gubernur Sumatera Selatan. Turut hadir dalam pembukaan dan memberikan sambutan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sumatera Bagian Selatan selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad Chariri; Direktur Pendanaan Luar Negeri Multilateral Bappenas, Dewo Broto Djoko Putranto; serta Perwakilan dari Islamic Development Bank (IDB), Ahmed Saleh Hariri. Dalam sambutan yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Yusri Effendi, Gubernur Sumatera Selatan menyambut gembira serta mendukung gagasan penyelenggaraan Islamic Development Bank (IDB) Member Country Partnership Strategy (MCPS) Regional Workshop di wilayah Sumatera ini. Beliau juga menyampaikan bahwa forum ini merupakan wadah bersama dalam memberikan sumbangan pemikiran dan masukan mengenai rencana dan prioritas pembangunan di regional Sumatera. Melalui forum ini diharapkan dapat membantu percepatan pembangunan di wilayah Sumatera selaras dengan rekomendasi hasil Rapat Koordinasi Gubernur se Sumatera tahun 2009. Pembangunan yang dimaksud antara lain pembangunan di bidang (1) infrastruktur: percepatan pembangunan tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi, Pekanbaru-Dumai, Inderalaya-Palembang-Betung, Pekanbaru-Padang, Lampung-Palembang, Palembang-Bengkulu dan Medan-Banda Aceh; (2) perhubungan: penyusunan grand design pengembangan PT Sumatera Shipping Lines, penyusunan road map dan grand design pembangunan Sumatera Railway dan revitalisasi Balai Yasa Kereta Api Lahat, pengembangan maskapai Sumatera Airlines; (3) energi: penguatan kerjasama antara pemerintah provinsi dan PT PLN untuk pembentukan BUMD PT Sumatera Power; dan (4) perdagangan dan promosi: mengoptimalkan fungsi dan peran PT Sumatera Promotion Center (SPC).
Workshop
Workshop ini dibagi dalam beberapa tahapan berikut: (1) Presentasi, (2) Penyampaian Tanggapan atau Komentar , (3) Tanya Jawab serta ditutup dengan (4) Kesimpulan. Tampil sebagai moderator adalah Kepala Bidang Kerjasama Multilateral PKKSI BKF, Adriyanto. Adapun sesi-sesi dalam workshop ini adalah sebagai berikut:
• Presentasi I disampaikan oleh Arifin Rudiyanto, Direktur Pengembangan Wilayah Bappenas. Dalam presentasinya, Arifin Rudiyanto menyampaikan arah pengembangan wilayah Sumatera dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2010-2014.
• Presentasi II disampaikan oleh Karnaen A. Perwataatmadja yang merupakan mantan Direktur Eksekutif IDB dan sekarang menjadi Widyaiswara di Kementerian Keuangan. Dalam presentasinya, Karnaen A. Perwataatmadja membahas mengenai peluang-peluang pemerintah untuk bekerjasama dengan IDB dalam membangun perekonomian daerah sesuai dengan prinsip syariah yang mencakup persiapan langkah-langkah kerjasama, pengembangan sistem kerjasama ekonomi, peluang pengembangan bisnis dan perumusan Member Country Partnership Strategy (MCPS).
• Presentasi III disampaikan oleh perwakilan dari Islamic Development Bank (IDB) diantaranya: Ahmed Saleh Hariri, Abdi M. Abdullahi, Rabih Mattar, Mohamed Istiaq Akbar, Nizar Zaied, Ariff Hasan dan Ahmet Suayb Gundogdu. Dalam presentasi tersebut perwakilan dari IDB menyampaikan strategi-strategi kerjasama negara anggota dalam menguatkan potensi di wilayah regional negara anggota antara lain mengenai prioritas kerangka kerja, bagaimana proses keterlibatan negara anggota serta strategi sektoral yang mencakup pendidikan, pembangunan pertanian dan pedesaan, pembangunan infrastruktur perkotaan dan pembangunan infrastruktur transportasi. Selain itu, mereka juga mengenalkan Islamic Cooperation for the Development (ICD) dan International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC) untuk sektor swasta.
• Penyampaian tanggapan atau komentar oleh Bernadette Robiani dari Universitas Sriwijaya, Palembang. Bernadette Robiani memberikan komentar terhadap materi yang telah dipresentasikan dalam sesi-sesi presentasi sebelumnya, yaitu antara lain mengenai upaya dan permasalahan yang dihadapi IDB dalam : (1) merealisasikan program-program IDB di Sumatera; (2) bekerjasama dengan masing-masing provinsi untuk memberikan arahan dan mengetahui kebutuhan pembiayaan dari masing masing provinsi di Sumatera; (3) menjalin kerjasama dengan pemerintah pusat dan mengadakan pembicaraan-pembicaraan terkait dengan program-program yang telah dirancang untuk daerah di Sumatera; dan (4) bekerjasama dengan Bank pembangunan lain, seperti Asian Development Bank (ADB) untuk meningkatkan program-program yang telah dirancang.
Tanya Jawab
Interaksi antara narasumber dengan peserta workshop dalam sesi tanya jawab berlangsung dengan baik. Pertanyaan dan masukan diajukan oleh peserta cukup konstruktif, antara lain mengenai bagaimana prosedur mendapat pembiayaan dari IDB, penyertaan pelatihan dan dana pemeliharaan untuk proyek, program peningkatan capacity building oleh IDB kepada pemerintah daerah serta mekanisme kerjasama multilateral langsung antara IDB dengan pemerintah daerah serta usulan untuk penyelenggaran pertemuan yang membahas isu-isu spesifik dan mendalam dengan pemerintah daerah dimasa mendatang.
Atas berbagai masukan dan pertanyaan dimaksud, para peserta workshop memperoleh penjelasan yang lengkap dan komprehensif dari para narasumber yang hadir.
Penutupan
Workshop ini diakhiri dengan penyampaian kesimpulan dari tanya jawab di atas yang disampaikan oleh Bernadette Roniani. Bernadette Robiani menyampaikan bahwa ada 3 poin penting yang harus diperhatikan yaitu: (1) IDB harus menyertakan program penyertaan/pendamping dalam pembiayaannya kepada pemerintah daerah; (2) IDB harus membantu meningkatkan sumber daya manusia pemerintah daerah melalui capacity building khususnya di bidang keuangan syariah; dan (3) IDB harus lebih giat dan intensif mensosialisasikan program-program yang ditawarkan kepada pemerintah daerah.
Setelah worhshop berlangsung pada sore harinya dilanjutkan dengan diskusi yang lebih mendalam atas berbagai isu spesifik dengan beberapa perwakilan Daerah.