Seminar Perkembangan Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swakelola Tahun 2010
Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (PKEM BKF) Kementerian Keuangan pada hari Rabu (06/10), menyelenggarakan Seminar Perkembangan Hasil Penelitian Perguruan Tinggi Swakelola Tahun 2010. Seminar berlangsung di Hotel Sheraton, Surabaya. Seminar tersebut merupakan salah satu agenda rutin tahunan PKEM yang telah berlangsung sejak tahun 2006. Maksud dari kegiatan tersebut adalah terselenggaranya monitoring dan evaluasi hasil penelitian dan kajian akademis dari Perguruan Tinggi melalui swakelola yang terkait dengan isu-isu kebijakan fiskal di Kementerian Keuangan.
Tujuan kegiatan adalah sebagai evaluasi dan monitoring terhadap penelitian dan kajian akademis yang sedang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Dengan adanya seminar, diharapkan output dari hasil penelitian dapat digunakan sebagai pembanding oleh Kementerian Keuangan atas isu-isu yang terkait dengan kebijakan fiskal.
Seminar dihadiri oleh perwakilan dari Perguruan Tinggi, yaitu Prasetya Mulya Bussiness School (PMBS) Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Airlangga (Unair) selaku tuan rumah. Dari BKF, hadir Andie Megantara, Kepala PKEM; Freddy Saragih, Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF) dan perwakilan pejabat eselon III dan IV serta Peneliti dari tiap pusat sebagai mitra pembahas.
Pembukaan
Seminar dibuka oleh Winarto, Sekretaris BKF. Dalam sambutannya, Winarto menyampaikan bahwa seminar yang berlangsung merupakan evaluasi dan monitoring atas penelitian Perguruan Tinggi yang telah berjalan. Dengan seminar ini diharapkan hasil penelitian dan kajian yang disampaikan oleh Perguruan Tinggi dapat di exercise dan membawa manfaat yang konkrit bagi Kementerian Keuangan dalam mendukung proses penyusunan kebijakan fiskal.
Sekretaris Badan juga menyampaikan pesan bahwa Menteri Keuangan sangat memberikan apresiasi dan ruang atas hasil kajian yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kebijakan fiskal pada Kementerian Keuangan, termasuk dari Perguran Tinggi.
Seminar
Acara seminar dipandu oleh Andie Megantara, Kepala PKEM. Dalam pengantarnya, Andie Megantara menyampaikan bahwa suatu kebijakan fiskal yang baik selain valid dari sisi pembuat kebijakan, juga valid dari sisi akademis. Untuk itu masukan-masukan dari Perguruan Tinggi sangat diharapkan, khususnya melalui hasil penelitian dan kajian akademis. Presentasi dan Diskusi
Seminar berlangsung dengan penyampaian presentasi dari Perguruan Tinggi dan ditanggapi oleh mitra pembahas dan peserta yang hadir. Adapun materi presentasi dan mitra pembahas adalah:
• Kajian Mengenai Struktur Biaya dan Margin Bulog dalam rangka Penugasan Pemerintah (PSO) disampaikan oleh Djoko Wintoro dari Prasetya Mulya Business School. Mitra pembahas dari Pusat Kebijakan APBN.
• Penilaian Analisis Keberlanjutan Fiskal di Indonesia melalui Pendekatan Neraca (Balance Sheet Approach/BSA) disampaikan oleh Eugenia Mardanugraha dan Rahmasari Istiandari dari Universitas Indonesia. Mitra pembahas dari Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal.
• Penentuan Ambang Batas (Threshold) untuk indikator utama ekonomi dalam Economic Executive Dashboard (EED) disampaikan oleh Arief Bustaman dan Achmad Maulana dari Universitas Padjadjaran. Mitra pembahas dari Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
• Analisis Integrasi Sektor Keuangan Regional: Early Warning System (EWS) Sektor Keuangan disampaikan oleh Harjum Muharram dan Ibnu Widiyanto dari Universitas Diponegoro. Mitra pembahas dari Pusat Kebijakan Kerja Sama Internasional.
• Model Pemantauan Daya Saing Produk Unggulan Dalam Negeri disampaikan oleh Rudi Purwono dari Universitas Airlangga. Mitra pembahas dari Pusat Kebijakan Pendapatan Negara.
Diskusi yang berlangsung cukup dinamis. Mitra pembahas, dalam hal ini BKF melakukan pendalaman dan exercise terhadap hasil penelitian dan kajian yang dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Masukan-masukan yang disampaikan menjadi catatan untuk perbaikan hasil penelitian sehingga output yang dihasilkan akan menjadi lebih baik dan validitasnya dapat dipertanggungjawabkan.
Seminar yang berlangsung sampai sore hari ini ditutup oleh Sekretaris Badan. Sebagai tindak lanjut, akan diselenggarakan pertemuan panel antara BKF dan Perguruan Tinggi pada bulan November, untuk membahas tindak lanjut hasil seminar.