Reinviting Bretton Woods Institute (RBWI) “International Monetary System: Old and New Debates�

Workshop bertajuk “International Monetary System: Old and New Debates� telah diselenggarakan pada tanggal 10-11 Desember 2010 oleh Bretton Woods Institute (RBWI) di Paris, Perancis. RBWI merupakan lembaga think thank independen yang menjadi fasilitator dalam berbagai acara diskusi antara para Deputi G20 dan para akademisi terkait isu-isu keuangan yang dibahas di G20, terutama mengenai upaya reformasi sistem keuangan internasional Bretton Woods.

Workshop tersebut dihadiri oleh para Deputi Menteri Keuangan dan Bank Sentral dari 13 anggota G20, yaitu: AS, Jepang, Perancis, Inggris, Rusia, Brazil, Argentina, Jerman, Australia, Kanada, Korea, Turki dan Uni Eropa. Hadir pula pimpinan lembaga keuangan swasta internasional seperti BNP Paribas, HSBC, J.P Morgan, UBS, Moore Capital Management, World Gold Council serta para ekonom ternama dunia seperti Robert Mundell, Nouriel Roubini dll.

Reformasi sistem moneter internasional (International Monetary System/ IMS) menjadi topik utama dalam workshop. Tema tersebut dilatarbelakangi kesadaran bahwa satu di antara sebab-sebab krisis keuangan 2008 adalah ketidakseimbangan ekonomi baik internal (kurangnya tingkat permintaan, tabungan domestik serta defisit fiskal) maupun eksternal (ketidakseimbangan neraca perdagangan). Krisis diperburuk oleh kondisi fundamental ekonomi global yang tidak diikuti penyesuaian IMS rules of the game dari sistem keuangan dan transaksi global.

Workshop dibuka oleh Menteri Keuangan Perancis, Christine Lagarde yang menyampaikan agenda prioritas Perancis sebagai Chair G20 tahun 2011. Tujuan dari workshop menurutnya adalah agar dapat menjawab pertanyaan terkait adanya “massive disconnections� antara IMS dan fundamental ekonomi global yang menyebabkan distorsi ekonomi dan adanya proposal untuk mereformasi IMS yang dapat memfasilitasi pertumbuhan global secara efektif serta bagaimana perlindungan terhadap negara (Emerging Markets) dari dampak volatilitas ekonomi global dan mencari alternatif untuk mengurangi ketergantungan EMs terhadap akumulasi reserves sebagai self insurance dari external shocks.



Poin penting yang dihasilkan dalam diskusi workshop antara lain: 1) Terdapat pandangan umum bahwa G20 memiliki potensi strategis sebagai forum utama untuk menyelesaikan masalah ekonomi global termasuk mereformasi IMS agar dapat menjalankan fungsinya sebagai rules of the game dari sistem keuangan dan transaksi global.

2) Untuk memfasilitasi tugas utama tersebut, G20 perlu mengembalikan fokus kepada mandat utamanya pada saat pendirian yaitu untuk mencegah krisis global melalui upaya revaluation dan rebalancing ekonomi global serta reformasi sistem moneter internasional Bretton Woods.

3) Pembahasan isu global external imbalance tidak bisa hanya difokuskan pada ketidakseimbangan nilai tukar, dan upaya pemecahannya harus dilakukan melalui konteks dialog multilateral, bukan dalam kerangka bilateral seperti yang saat ini terjadi melalui perang dagang AS-China.

4) Usulan yang mendapat banyak dukungan adalah me ningkatkan peran SDR IMF berdasarkan sistem currency basket yang terdiri dari USD, Euro, Poundsterling, Yen dan Renminbi. Workshop membahas secara detil sejarah upaya yang dilakukan G7 untuk mereformasi sistem moneter setelah Perang Dunia II selama beberapa dekade melalui pengalihan mata uang utama global dari Poundsterling menjadi USD dan potensi G20 untuk melakukan tugas serupa.

5) Proses Mutual Assessment (MAP) Framework G20 merupakan satu-satunya inisiatif berskala global saat ini yang secara konkret menyelesaikan masalah global imbalances.