SEMINAR THE 2nd GOI-JBIC FINANCIAL POLICY DIALOGUE FRAMEWORK ANNUAL MEETING
Jakarta (24/10): Kementerian Keuangan RI menyelenggarakan Pertemuan Tahunan kedua untuk Financial Policy Dialogue Framework antara Pemerintah Indonesia (GOI) dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC), cabang internasional dari Japan Finance Corporation.
Menteri Keuangan di Indonesia, Agus Martowardojo menyampaikan pidato pembukaan, sementara Deputi Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan pidato kunci utama pertemuan tersebut. Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua BPMIGAS, Raden Priyono, dan pejabat pemerintah lainnya dari Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, BAPPENAS, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, BKPM , Bank Indonesia, lembaga pemerintah terkait lainnya seperti PT PLN (Persero), PT Pertamina, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Sarana multi Infrastruktur (SMI) dan Indonesia Infrastructure Guarantee Fund (IIGF), KADIN serta kedutaan besar Jepang di Indonesia dan delegasi JBIC yang dipimpin oleh Presiden dan CEO, Hiroshi Watanabe.
Dalam sambutannya, Menteri Agus Martowardojo menyoroti beberapa kebijakan baru dalam hal pembiayaan infrastruktur, terutama dalam mendukung pelaksanaan Kemitraan publik-swasta (Public-private Partnership / PPP) di Indonesia. Penandatanganan kontrak Java Power Plant telah membangkitkan keyakinan bahwa pemerintah mampu menghasilkan sesuatu yang baik, dan mega proyek PPP didirikan dengan transparan, akuntabel dan proses yang kompetitif. Agus Martowardojo juga menyinggung Master Plan untuk "Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 - 2025", yang ditujukan untuk mempercepat tingkat pertumbuhan ekonomi pada kisaran 7 - 9 persen.
Mr. Hiroshi Watanabe, Presiden dan CEO JBIC, menyatakan terima kasih yang setulus-tulusnya untuk kebaikan, perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia dan rakyat Indonesia ke Jepang dalam menanggapi gempa bumi dan tsunami pada 11 Maret lalu. Mr. Watanabe juga memberikan update dari pemulihan ekonomi di Jepang dengan mengacu pada isu-isu saat ini pada ekonomi internasional, seperti krisis utang pada zona eropa.
Dalam pertemuan tersebut, JBIC menjelajahi gagasan tentang "Kemitraan untuk Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur" dengan tujuan untuk mempercepat persiapan tepat waktu untuk kelancaran pelaksanaan proyek infrastruktur yang berkualitas (quick-wins sebagaimana dimaksud dalam Pemerintah pada Master Plan (MP3EI) yang diumumkan pada Mei 2011 lalu) pada sektor swasta dan PPP di Indonesia. JBIC juga berkomitmen untuk meningkatkan skema kredit untuk mempercepat persiapan tepat waktu dan implementasi kelancaran proyek infrastruktur yang berkualitas. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyambut baik komitmen JBIC tersebut, sehingga Tim Kerja akan memulai dialog yang sesuai dengan komitmen tersebut secepatnya.
Melihat situasi global saat ini dan kemungkinan efek pada kedua negara, kedua pihak melalui tim kerja, akan terus melakukan dialog dengan tema kebijakan makro dan manajemen risiko yang meliputi, namun tidak terbatas pada, (i) kebijakan ekonomi dan pengalaman kedua pihak, (ii) manajemen risiko investasi sektor publik dan pembiayaan.
Pada penghujung acara pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengeksplorasi lebih lanjut agenda berikutnya dalam hal isu dan urgensi, dan akan dibahas pada waktu yang tepat bagi kedua belah pihak. Mr. Ryuichi Kaga, Resident Executive of JBIC memberikan kesimpulan dari keseluruhan pertemuan. Pertemuan tersebut akhirnya ditutup oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Prof. Dr. Bambang Brodjonegoro.
Pada kesempatan ini, setelah seluruh agenda pertemuan selesai, Bambang Brodjonegoro bersama Hiroshi Watanabe (JBIC President/CEO) dan Hideo Naito (Head of Power and Water Finance Department, JBIC) memaparkan hasil pertemuan tersebut melalui Konferensi Pers yang dihadiri oleh media lokal dan beberapa perwakilan media dari Jepang. Seusai Pemaparan, Konferensi pers tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara media dengan Mr. Watanabe.