Keluarga Berencana Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Jakarta (08/02): Investasi pemerintah dengan mencanangkan program Keluarga Berencana membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkesinambungan, bahkan di era krisis keuangan global. Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang Brodjonegoro dalam “Rakernas Pembangunan dan KB 2012” yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Jakarta hari ini. “Pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan tersebut, sebagian besar didorong oleh peningkatan daya beli masyarakat karena jumlah anggota keluarga yang lebih kecil” tambah Bambang.
Berinvestasi dengan menerapkan keluarga berencana bermanfaat untuk peningkatan kualitas masa depan anak yaitu di bidang kesehatan dan pendidikan. Jumlah anggota keluarga yang lebih kecil menyebabkan biaya untuk meningkatkan kualitas anak dan tabungan rumah tangga lebih besar. Peningkatan tabungan keluarga juga mengarah pada peningkatan tabungan investasi produktif untuk membuka lapangan kerja yang baru. Jumlah anak yang lebih sedikit lebih memberi kesempatan pada ibu untuk memasuki pasar tenaga kerja, yang berarti akan meningkatkan penghasilan keliarga. Apabila setiap keluarga di Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik, maka akan terakumulasi dalam jumlah sangat besar dan menjadi sebuah aset untuk pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Bambang mengatakan, “Keberhasilan program KB dalam mengurangi proporsi jumlah penduduk muda yang tidak produktif dan peningkatan jumlah penduduk usia kerja yang berpotensi meningkatkan produktifitas, mengarah pada terciptanya “windows of opportunity”, yaitu kesempatan bagi pengembangan modal dari sumber daya manusia.”
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat dan berkesinambungan serta penurunan populasi menghasilkan peningkatan PDB per kapita. PDB Indonesia telah tumbuh sejak periode krisis moneter, hal ini membuktikan bahwa ekonomi Indonesia semakin kuat. Program sosial seperti Keluarga Berencana serta program ekonomi yang didukung kebijakan fiskal yang tepat dan relevan, memastikan Indonesia akan siap menghadapi dan menggunakan manfaat dari “windows of opportunity”. (DW)