Kunjungi BKF, Mahasiswa STAN Pahami Kebijakan Fiskal
Jakarta (02/03): Badan Kebijakan Fiskal kembali menerima kunjungan mahasiswa, kali ini dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Program Studi Diploma IV Keuangan Spesialisasi Akuntansi. Enam puluh mahasiswa yang hadir didampingi beberapa dosen pembimbing, datang untuk lebih mengenal dan memahami tugas pokok BKF sebagai bagian dari Kementerian Keuangan. Sekretaris BKF, Andin Hadiyanto, menyambut baik kedatangan para mahasiswa dan membuka acara dengan memberi gambaran bagaimana BKF berperan penting dalam pembuatan kebijakan fiskal mulai dari perumusan asumsi makro hingga kebijakan yang tertuang dalam APBN.
Sesi diskusi dimulai dengan pemaparan mengenai Perkembangan Ekonomi Terkini oleh Thomas Natalis Primordiartha Dile Keraf, S.E., M.A. Selain menyampaikan mengenai perekonomian global yang selalu dipantau BKF melalui Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Thomas juga menjelaskan kondisi perekonomian domestik. “Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,5% pada tahun 2011 didorong oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor” terangnya. Ia juga menambahkan bahwa tahun 2012 investasi diperkirakan mampu tumbuh signifikan seiring masuknya Indonesia dalam investment grade pembangunan infrastruktur dan investasi pembelian barang modal pada industri otomotif.
Kebijakan Fiskal dan APBN 2012 menjadi tema pada sesi diskusi berikutnya yang disampaikan oleh Widiyanto, SE, MA. dari Pusat Kebijakan APBN. Widi menjelaskan bahwa sebagai instrumen utama kebijakan fiskal, APBN memiliki peranan strategis dalam mencapai tujuan dan sasaran pembangunan yang mencakup empat pilar, yaitu pro-poor, pro-job, pro-growth dan pro-environment. “Agar kebijakan fiskal mempunyai arah yang jelas dan berkesinambuingan, pemerintah melakukan optimalisasi pendapatan negara, meningkatkan efisiensi & efektifitas belanja negara, meningkatkan belanja infrastruktur, mengendalikan defisit dalam batas aman yaitu kurang dari 3% PDB, mengurangi utang secara bertahap dan mencari sumber pembiayaan yang rendah resiko” paparnya.
Diskusi setengah hari yang dipandu Evi Subardi, SE berlangsung dengan hangat dan antusias. Para mahasiswa mengajukan beragam pertanyaan kepada narasumber mulai dari kebijakan subsidi hingga kiat pemerintah untuk mengatasi dampak kenaikan BBM di masyarakat. Diskusi semakin menarik karena panitia menyediakan door prize dan bingkisan menarik untuk para peserta.(DW)



