KERJASAMA PENELITIAN BKF DENGAN PERGURUAN TINGGI TAHUN 2012
Jakarta(29/5): Bertempat di ruang Banda A Hotel Borobudur Jakarta pada sesi hari kedua melanjutkan pertemuan kemarin (28/5), Badan Kebijakan Fiskal melaksanakan pembahasan mengenai Proposal Kerjasama Penelitian dengan Perguruan Tinggi Tahun 2012. Kegiatan kerjasama penelitian dengan perguruan tinggi ini merupakan kegiatan yang secara rutin dilaksanakan tiap tahun dengan melibatkan perguruan-perguruan tinggi nasional dari seluruh wilayah Indonesia. Kerjasama penelitian untuk tahun ini mengetengahkan lima judul penelitian yang ditawarkan oleh Pusat-Pusat di lingkungan BKF. Lima judul penelitian tersebut ditawarkan kepada perguruan-perguruan tinggi nasional, untuk selanjutnya setiap proposal yang masuk dari perguruan tinggi tersebut dipilih dua opsi terbaik dari setiap judul penelitian dan dipaparkan pada hari pertama oleh setiap perguruan tinggi yang terpilih dihadapan wakil-wakil dari setiap Pusat di lingkungan BKF. Dari hasil paparan perguruan tinggi untuk dua opsi tersebut selanjutnya akan dipilih satu perguruan tinggi yang mengajukan proposal dan paparan terbaik untuk melaksanakan kerjasama penelitian.
Acara hari pertama dibuka oleh Siska Indirawati, SE, MA. Kabid. Ekonomi Makro dan Administrasi Pengkajian, mewakili Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (selaku ketua Tim Kerjasama Penelitian BKF dengan Perguruan Tinggi Tahun 2012) didampingi oleh dua orang konsultan dari akademisi yang ditunjuk Dr. Bagus Santoso, M.Soc.Sc. dan Dr. Kodrat Wibowo, SE. Acara Kemudian dilanjutkan dengan paparan dari dua perguruan tinggi yang menyampaikan proposal terbaik untuk tiap judul kajian. Kelima judul kerjasama penelitian yang ditawarkan oleh Pusat-Pusat di lingkungan BKF adalah sebagai berikut:
- Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal: “Penyusunan Model Prioritas Proyek-Proyek Infrastruktur di Enam Koridor Ekonomi Indonesia” dan dua proposal yang terpilih dipaparkan oleh peneliti dari Prasetya Mulya Business School dan Universitas Indonesia;
- Pusat Kebijakan APBN: “Pengembangan Model Proyeksi Volume BBM Bersubsidi Berdasarkan Konsumen Pengguna dan Wilayah” dengan dua proposal yang terpilih dipaparkan oleh peneliti dari Universitas Gajah Mada dan Universitas Indonesia;
- Pusat Kebijakan Pendapatan Negara: “Kajian Pemetaan dan Dukungan Industri-Industri Unggulan di Indonesia” yang dipaparkan oleh peneliti dari Universitas Gajah Mada dan Universitas Airlangga;
- Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral: “Pengembangan Model Ekonomi dan Aplikasinya dalam Analisis Dampak Carbon Trading Sektor Kehutanan” dipaparkan oleh peneliti dari Institut Pertanian Bogor dan Prasetya Mulya Business School; dan
- Pusat Kebijakan Ekonomi makro: “Dampak Perekonomian Global dan Peran Kebijakan Fiskal dalam Penyerapan Tenaga Kerja dan Pengurangan Pengangguran di Indonesia” dipaparkan oleh Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Indonesia.
Setelah penyampaian paparan proposal dari dua perguruan tinggi terpilih untuk tiap kajian, Tim Monitoring Kerjasama Penelitian BKF bersama dengan konsultan dari akademisi mengadakan rapat internal untuk menentukan satu proposal terbaik dari tiap kajian yang ditawarkan. Hasil keputusan tersebut adalah sebagai berikut:
- “Penyusunan Model Prioritas Proyek-Proyek Infrastruktur di Enam Koridor Ekonomi Indonesia” dikaji oleh Prasetya Mulya Business School;
- “Pengembangan Model Proyeksi Volume BBM Bersubsidi Berdasarkan Konsumen Pengguna dan Wilayah” dikaji oleh Universitas Indonesia;
- “Kajian Pemetaan dan Dukungan Industri-Industri Unggulan di Indonesia” dikaji oleh Universitas Airlangga;
- “Pengembangan Model Ekonomi dan Aplikasinya dalam Analisis Dampak Carbon Trading Sektor Kehutanan” dikaji oleh Institut Pertanian Bogor; dan
- “Dampak Perekonomian Global dan Peran Kebijakan Fiskal dalam Penyerapan Tenaga Kerja dan Pengurangan Pengangguran di Indonesia” oleh Universitas Indonesia.
Pada hari kedua, pembahasan dilanjutkan dengan pokok materi mengenai administrasi keuangan yang harus disepakati untuk dilaksanakan antara perguruan tinggi yang telah terpilih untuk melaksanakan kerjasama penelitian dengan pihak BKF, dipandu oleh Dewi Puspita, SE. Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Sekretariat BKF dengan tetap didampingi oleh konsultan dari akademisi yang ditunjuk. Setelah menyampaikan kata sambutan pembukaan, Kabag. Perencanaan dan Keuangan bersama dengan beberapa staf yang mendampingi, melakukan sesi konsultansi dengan para peneliti dari perguruan tinggi secara bergantian. Konsultansi ini dimaksudkan agar segala permasalahan administrasi keuangan yang mungkin timbul dalam pelaksanaan penelitian dapat secara bersama-sama dicari solusi yang terbaik agar penelitian dapat berjalan sesuai dengan rencana. Sebelum acara ditutup dengan makan siang bersama, disepakati untuk segera dijadwalkan acara penandatanganan kontrak kerjasama penelitian ini agar penelitian dapat segera dilaksanakan mengingat waktu pelaksanaan penelitian yang mendesak.
Acara kerjasama penelitian ini juga merupakan lanjutan dari rangkaian acara sebelumnya yang diselenggarakan pada tanggal 13 Maret 2012 bertempat di Hotel Alila, Jakarta. (LLC)