MENINGKATKAN KERJASAMA ANTARA INDONESIA DAN OECD
Jakarta (27/9): Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan menyambut hangat dan menyampaikan apresiasi kepada OECD yang telah membantu Indonesia untuk secara objektif mengevaluasi kebijakan yang telah dijalankan dan memberikan opsi rekomendasi bagi kebijakan yang lebih baik (best practice) yang berlaku di dunia internasional. Hal ini disampaikan melalui acara “Enhancing Cooperation Between Indonesia and OECD: Cooperation Framework Ceremony, Launching and Seminar of OECD 2012 Reports on Indonesia” yang diselenggarakan di gedung Juanda, Kementerian Keuangan, Jakarta.
Kerjasama Indonesia bersama OECD memiliki nilai tinggi sejak awal yang sebelumnya dikenal sebagai dengan proses enhanced engagement kemudian bergerak menjadi “mitra kunci (key partner). Sejalan dengan hal ini, Indonesia telah berpartisipasi dalam 12 komite, kelompok kerja, dan forum. Oleh karena itu, dengan semangat kemitraan dan berkeyakinan bahwa kerjasama tersebut akan saling menguntungkan yang ditimbulkan dari peningkatan kerja sama, maka OECD dan Indonesia telah memutuskan untuk memperkuat hubungan kerjasama. Dalam hal ini, penandatanganan kerangka kerja kerjasama antara Indonesia dan OECD merupakan tonggak penting dan significant milestone dalam road map untuk lebih meningkatkan kerja sama antara kedua belah pihak, demikian diungkapkan oleh Menteri Keuangan RI, Agus Martowardojo dalam pembukaan acara tersebut.
Kolaborasi Indonesia dengan OECD akan mencakup bidang yang luas dari berbagai kebijakan, termasuk kebijakan ekonomi makro dan reformasi struktural, kebijakan regulasi, pertanian, pendidikan, investasi, perpajakan, pendidikan keuangan, pensiun, anti-korupsi, pembangunan, dan kompetisi. Kerjasama ini juga akan membantu pemerintah untuk menghadapi dengan lebih percaya diri sejumlah tantangan global, seperti mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan keterampilan, mendukung isu-isu gender dan mengembangkan green growth policies.
Wakil Ketua Bappenas, Lukita Dinarsyah dan Sekretaris Jenderal OECD, Angel Guria menjadi keynote speech dalam acara ini, seusai pembukaan oleh Menteri Keuangan. Dalam pidatonya, Angel Guria mengungkapkan bahwa Indonesia telah membuat ekonomi yang substansial, kemajuan sosial dan institusional. Indonesia telah melewati krisis ekonomi dengan cukup baik dan dapat menurunkan angka kemiskinan. Tantangan pemerintah saat ini adalah meningkatkan produktivitas, mengurangi subsidi energi dan meningkatkan pengumpulan pajak untuk membiayai infrastruktur utama, program-program sosial dan lingkungan. Berinvestasi dan afektif dalam jaring pengaman sosial, juga dalam peningkatan pendidikan dan keterampilan. Dengan demikian akan membuat standar hidup yang lebih tinggi yang dapat dirasakan oleh semua dan memastikan bahwa pertumbuhan di masa depan akan inklusif dan berkelanjutan.
Acara dilanjutkan dengan penandatanganan Kerangka Kerjasama antara Indonesia dan OECD yang diwakili oleh Menteri Keuangan RI dan Sekretaris Jenderal OECD. Empat sesi seminar digelar untuk lebih mengefektifkan kegiatan pertemuan antara pemerintah dan OECD yang diantaranya membahas Economic Survey on Indonesia Economy pada sesi pertama. Regulatory reform review on Indonesia- creating more effective and coordinated whole-of-government approach to regulatory policy di sesi kedua. Sesi ketiga seminar membahas tentang Regulatory reform review on Indonesia- Improving mechanism for assessing the impact of regulation. Regulatory reform review on Indonesia- creating more uniform approach to support public consultation and transparency in regulatory decision making menjadi topik bahasan pada sesi akhir seminar.
Perwakilan Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan turut ambil bagian dalam seminar tersebut pada sesi pertama sebagai discussant (Dr. Irfa Ampri, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral; dan Dr. Luki Alfirman, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro). Sesi akhir seminar juga menyertakan Dr. Syaifullah dari Badan Kebijakan Fiskal sebagai moderator. Seluruh acara kegiatan ini ditutup oleh Mahendra Siregar, Wakil Menteri Keuangan II RI pada sore hari. (aam)





