Live Interview Indonesian Economic
(Jakarta, 1 November 2012) “...meskipun pertumbuhan ekspor Indonesia cukup melambat, tapi di sisi lain permintaan domestik atau konsumsi telah stabil dan lebih penting lagi adalah tingginya pertumbuhan investasi khususnya untuk dua kuartal terakhir tahun 2012...). Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Prof. Bambang P. S. Brodjonegoro dalam live interview Indonesian Economic di Bloomberg TV pada hari Kamis tanggal 1 November 2012.
Melihat kondisi tersebut pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup signifikan dan diharapkan pada akhir tahun 2012 pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai sekitar 6,4%. Pada kesempatan yang sama Kepala Badan Kebijakan Fiskal memperkirakan inflasi bulan November tahun 2012 berada antara 0,1% -atau 0,2%. Tetapi karena di bulan lalu sangat rendah sebesar 0,01%, diproyeksikan Year on Year (YoY) pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5%. Hal ini disebabkan karena besaran inflasinya relatif cenderung sama. Infrastruktur di Indonesia juga masih merupakan tantangan utama bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sebagian besar investasi di Indonesia, khususnya Future Green International (FGI) untuk memanfaatkan pasar domestik, barang konsumsi, atau sumber daya alam.
Pemerintah selalu berusaha untuk meningkatkan investasi di bidang infrastruktur yang diwujudkan dengan meningkatnya belanja infrastruktur dalam APBN 2012 sekitar 25%. Indonesia juga sekarang mulai berinvestasi di perusahaan bidang infrastruktur dalam hal bandara baru, pelabuhan baru, jalan tol, dan sebagainya. Bukti lain adalah Indonesia berusaha untuk meningkatkan public private partnership (PPP). Dengan langkah-langkah kombinasi tersebut, diharapkan investasi infrastruktur akan jauh lebih tinggi.
Adanya PPP yang sudah memulai proyek pertamanya tahun ini menunjukan kinerja yang baik. Sehingga pemerintah optimis sekali PPP bekerja lebih baik di masa yang akan datang di bidang infrastruktur dan diharapkan sebagian besar adalah investor asing. (AIP arr AR)