Seminar Internasional Stabilitas Keuangan
SEMINAR INTERNASIONAL STABILITAS KEUANGAN: “FINANCIAL STABILITY THROUGH EFFECTIVE CRISIS MANAGEMENT AND INTER-AGENCY COORDINATION HELD BY COORDINATION FORUM OF FINACIAL SYSTEM STABILITY”
Nusa Dua – Bali (7/12): Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) membuktikan efektifitas kerjanya melalui koordinasi empat lembaga didalamnya (Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan) dengan menyelenggarakan Seminar Internasional Stabilitas Keuangan yang bertemakan “Financial Stability Through Effective Crisis Management And Inter-Agency Coordination Held By Coordination Forum Of Finacial System Stability”. Bertempat di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Seminar ini berlangsung selama dua hari yang dimulai kemarin hingga hari ini (6-7 Desember).
Menteri Keuangan membuka acara seminar ini. Dalam Opening remarksnya, Menkeu menjelaskan bahwa Peristiwa beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kepada kita bahwa krisis yang dipicu oleh sektor keuangan dapat memiliki dampak yang mendalam dan jangka panjang pada ekonomi riil. Indonesia sedang melakukan reformasi sektor keuangan yang penting. Sebagai salah satu sektor yang paling penting untuk pembangunan ekonomi, sektor keuangan (baik bank dan lembaga keuangan lainnya) selalu menjadi bagian dari upaya reformasi yang sedang berlangsung untuk mencapai yang lebih baik, lebih transparan, dan intermediasi keuangan yang lebih efisien. Salah satu upaya reformasi adalah pengembangan kerangka regulasi dan pengawasan sektor jasa keuangan melalui pembentukan Otoritas Jasa Keuangan yang komprehensif dan terintegrasi berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011. Bersamaan dengan pembentukan OJK, Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan Undang-Undang tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (Jaring pengaman Sektor Keuangan-JPSK) bersama-sama dengan DPR untuk secara signifikan meningkatkan stabilitas sistem keuangan. Rancangan UU yang telah lama ditunggu harus diselesaikan sesegera mungkin untuk mengatur jaring pengaman keuangan terhadap krisis masuk yang mungkin ada di depan kami setiap saat.
Belajar dari krisis masa lalu, menjaga stabilitas sistem keuangan memerlukan koordinasi yang efektif antar berbagai instansi. Untuk mengantisipasi dan mitigasi krisis, Pemerintah dan otoritas keuangan lainnya, Bank Indonesia dan Indonesia Deposit Insurance Corporation telah membentuk Forum Stabilitas Sistem Keuangan Koordinasi (FKSSK). Forum ini, sebagaimana diamanatkan oleh UU OJK, memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Seperti krisis sebelumnya menunjukkan kepada kita, penanganan stabilitas sistem keuangan memerlukan koordinasi yang efektif antara Departemen Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). FKSSK memiliki beberapa mandat seperti memutuskan status Stabilitas Sistem Keuangan, mengusulkan rekomendasi kepada setiap anggota untuk melakukan tindakan dan / atau membuat kebijakan untuk menjaga Stabilitas Sistem Keuangan serta menentukan dan melaksanakan kebijakan dalam rangka mencegah dan mengurangi krisis, seperti diungkapkan oleh Menteri Keuangan. Seminar ini merupakan seminar pertama yang diselenggarakan empat lembaga tersebut dibawah koordinasi FKSSK.
Keynote Speech disampaikan oleh Michael W. Taylor, Financial Stability Board, yang mempromosikan Stabilitas Keuangan dengan tantangan dan kerangka kerjanya saat ini. Disela-sela acara sebelum sesi pertama dimulai, Menteri Keuangan bersama Gubernur BI, dan Pimpinan OJK serta LPS mengadakan konferensi pers kepada media untuk menjelaskan maksud dan tujuan seminar ini dan memberikan keterangan terhadap beberapa isu terkini terkait dengan stabilitas keuangan dan beberapa isu lainnya yang ditanyakan oleh beberapa media.
Pada hari pertama, diselenggarakan tiga sesi seminar. Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Bambang P. S. Brodjonegoro menjadi moderator pada sesi pertama seminar ini yang diikuti oleh presentasi dari empat pembicara yaitu Dimitrios Tsomocos (Professor, The University of Oxford), Hamid Rashid (Senior Advisor for Macroeconomic Policy, UN-DESA), Wetang Phuangshup (Director of SFIs Strategy Divison, FPO, Ministry of Finance Thailand), dan Carlos Pinerua (Lead Financial Sector Specialist, World Bank). Pada sesi pertama ini mengambil topik mengenai Policy Coordination in Promoting Financial Stability and Economic Growth. Sesi ini membahas perspektif konseptual pada interaksi antara macropudential, microprudential, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter dalam mempromosikan stabilitas keuangan dan pertumbuhan ekonomi.
Sesi kedua seminar menampilkan Jacek Osinski (Advisor MCM, IMF), Hong-Bum Kim (Gyeongsang National University, Korea), Maximilian J. B. Hall (Professor, Loughbourough University), dan Benjamin Cushman (Financial Attache for Southeast Asia, U.S. Department of the treasury). Fillianingsih Hendarta (Kepala Biro Stabilitas Keuangan, BI) memoderatori sesi kedua seminar ini yang mengambil topik mengenai Institutional Arrangements in Promoting financial Stability. Sesi ini membahas pengalaman lintas negara pada interaksi antara kebijakan makroprudensial dan microprudential serta pengaturan kelembagaan untuk menjaga stabilitas keuangan, baik selama waktu normal dan krisis.
Sesi akhir pada hari pertama seminar dimoderatori oleh Perry Warjiyo (Direktur Eksekutif, Economic Research and Monetary Policy, BI). Narasumber pada sesi ini adalah Joshua Felman (Assistant Director, Research Department, IMF), Peter John Morgan (Senior Consultant for Research, ADBI), Merylin Coombs (Acting Deputy Head, Financial Stability Department, RBA), Lam San Ling (Executive Director, Macroeconomic Surveillance Department, MAS), Jong Gu Kang (Director, Macroprudential Research Division BOK). Sesi ketiga ini mengambil topik Financial Stability Risk Assesment and Monitoring. sesi ini mencakup pendekatan konseptual dan praktis tentang assesment dan monitoring risiko stabilitas keuangan.
Hari ini (7/12) telah menyelesaikan sesi keempat seminar dan sesi kelima sedang berlangsung. Pada sesi keempat, topik yang dibicarakan mengenai Crisis Management dengan menampilkan empat narasumber: Alvir Hoffman (Chair, Toronto Centre Banking Advisory Board and Former Deputy Governor, Centre Bank of Brazil), Patrick Loeb (CEO Deposit Protection of Swiss Banks and Securities Dealer), Joshua Felman (Assistant Director, Research Department, IMF), dan Raden Pardede (Principal of CReco). Sesi ini mencakup berbagai masalah yang berkaitan dengan manajemen krisis yang mencakup pengalaman terbaru (terutama pada hubungan makro-keuangan dari krisis), lessons learned (terutama pada alat / pilihan kebijakan untuk mengurangi aspek krisis, koordinasi dan politik-ekonomi dari krisis) dan komunikasi krisis yang efektif.
Sesi berikutnya, menampilkan Mirza Adityaswara (CEO, Indonesia Deposit Insurance Corporation) sebagai Moderator dari empat narasumber: R. Engin Akcakoca (Ex-Chairman, Banking Regulations and Supervission Agency Turkey), Charles Littrell (Executive General Manager, Policy, Research and Statistics Division, Australian Prudential Regulation Authority – APRA), Hiromi Yamaoka ( Deputy Director – General, Financial System and Bank Examination Dpet., Bank of Japan), dan Rudi Lang (United Kingdom Head of Banking, Mazars). Sesi ini mengambil topik Framework for Dealing with Systemically Financial Institutions and Options for Crisis Prevention and Resolution.
Melanjutkan sesi akhir seminar, Wrap Up Discussion yang mengambil topik The Way Forward akan dibawakan oleh Desi Anwar (Senior Anchor, Metro TV) sebagai moderator dan menampilkan kembali enam narasumber: Mahendra Siregar (wakil Menteri Keuangan), Michael W. Taylor, Halim Alamsyah (Deputy Governor, BI), Alvir Hoffman, Jacek Osinski, dan Dimitrios Tsomocos. Akhir acara seminar akan ditutup dengan Closing Remarks yang akan dibawakan oleh Muliaman D. Hadad (Chairman of the Board of Commissioners, The Indonesia Financial Services Authority). (aam/mi/ar)
File Terkait: