Workshop Regional Economist 2013
Jakarta (23/07): Bertempat di Ruang Banda Hotel Borobudur Jakarta, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM), Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan menyelenggarakan Workshop Jaringan Ahli Ekonomi Daerah (Regional Economist) 2013 yang berlangsung Senin s.d. Selasa, 22 s.d. 23 Juli 2013. Workshop yang dihadiri oleh ahli-ahli ekonomi daerah dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari Tim Regional Economist Kementerian Keuangan 2013 ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh BKF sebagai tindak lanjut terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan oleh ahli-ahli ekonomi daerah selama 3 (tiga) bulan kegiatan Regional Economist berjalan. Adapun selama 3 (tiga) bulan tersebut, kegiatan yang telah dilakukan oleh Regional Economist antara lain seminar kebijakan fiskal 2013 dan perkembangan ekonomi terkini yang diselenggarakan di beberapa kota besar di Indonesia (Jayapura, Yogyakarta, Banda Aceh, Pekanbaru, Medan, Pangkal Pinang, Balikpapan, Malang, Bengkulu, dan Ambon) dan pertemuan dalam rangka koordinasi antar ahli ekonomi daerah.
Workshop ini dibuka oleh Kepala BKF Kemenkeu, Bambang Brodjonegoro. Dalam sambutannya, Bambang menyampaikan bahwa para ahli ekonomi daerah dalam Regional Economist ini diharapkan masih tetap mempunyai semangat yang sama dalam mendiseminasikan dengan baik semua kebijakan ekonomi dan keuangan kepada wilayahnya masing-masing. Bambang menekankan adanya isu-isu baru yang bisa didalami oleh para ahli ekonomi daerah antara lain mengenai APBN-P 2013, RAPBN 2014, pola belanja di daerah, Sistem Jaminan Sosial Nasional, serta isu-isu lain yang sedang berkembang saat ini.
Dalam workshop selama 2 (dua) dari ini, diselenggarakan beberapa kegiatan/sesi antara lain:
- Evaluasi dan Penjelasan Mekanisme Kerja Regional Economist 2013
Sesi ini membahas mengenai apa saja yang telah dilakukan oleh regional economist selama 3 (tiga) bulan dan mekanisme kerja yang harus dilakukan terkait kegiatan regional economist tersebut.
- Paparan Analsis Ekonomi dan Fiskal Daerah
Pada sesi ini diwakili oleh 3 (tiga) ahli ekonomi daerah yaitu: Eddy Suratman dari Universitas Tanjungpura yang mewakili daerah Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur; Rimawan Pradiptyo dari Universitas Gadjah Mada yang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta; dan Agus Tony Poputra dari Universitas Sam Ratulangi yang mewakili daerah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Mereka melaporkan perkembangan kegiatan regional economist dan memaparkan analisis ekonomi dan fiskal daerahnya masing-masing.
- Diskusi Standar Pelaporan Ekonomi dan Fiskal Daerah
Diskusi yang dipandu oleh Kepala PKEM BKF, Luky Alfirman ini sebagai masukan dalam rangka merumuskan standar pelaporan ekonomi dan fiskal daerah. Diskusi ini mengjadirkan narasumber yang kompeten yang berasal dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu.
- Perkembangan Perekonomian Terkini
Sesi ini bertujuan untuk meng-update informasi para ahli ekonomi daerah terkait perkembangan perekonomian terkini. Tampil sebagai narasumber adalah Ashley Taylor dan Tim World Bank.
- APBN-P 2013 dan Subsidi BBM
Sesi ini diadakan untuk meng-update informasi para ahli ekonomi daerah terkait perkembangan APBN-P 2013 dan subsidi BBM. Hadir sebagai narasumber yaitu Purwiyanto, Direktur Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu dan Rofyanto Kurniawan, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF.
- Paparan “Middle Income Trap”
Sebagai negara berkembang dan memiliki perekonomian yang stabil serta sumber daya memadai, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi negara yang maju. Namun ada hal-hal yang harus diwaspadai dan dipersiapkan agar Indonesia tidak menjadi salah satu negara yang terkena middle income trap. Sesi ini membahas mengenai hal tersebut dengan menghadirkan 3 (tiga) pembicara yaitu: Edimon Ginting dari ADB; Abdurohman, Kepala Bidang Analisis Fiskal PKEM BKF; dan Hidayat Amir, Peneliti Madya, Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal BKF. (mi/aip)