Workshop Meningkatkan Daya Saing Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Bogor (21/08): Dalam rangka memberikan pemahaman sekaligus sosialisasi terkait daya saing Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, Pusat Kebijakan Regional dan Bilateral (PKRB) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyelenggarakan workshop dengan tema “Meningkatkan Daya Saing Indonesia Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” bertempat di Ruang Phirus Hotel Sahira Butik Bogor, hari Rabu. Workshop ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari Kalangan Akademisi baik Dosen maupun Mahasiswa dari Universitas di Bogor antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Pakuan; Perwakilan dari Unit-unit Eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan; Pejabat Pemerintah Kota/Kabupaten Bogor; serta Ekonom Regional. Workshop dibuka oleh Decy Arifinsjah, Kepala PKRB BKF Kementerian Keuangan. Dalam sambutannya Decy Asrifinsjah menyampaikan bahwa tujuan workshop ini untuk mendiskusikan kesiapan serta langkah-langkah strategis yang harus di tempuh Indonesia dalam rangka menghadapi MEA yang akan mulai berlaku pada tahun 2015. Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat ekonomi terbesar di ASEAN diharapkan dapat memetik manfaat yang besar dari implementasi MEA, oleh karena itu diperlukan persiapan yang matang secara internal dalam menghadapi MEA tersebut.

 Workshop ini menghadirkan 4 (empat) pembicara dan dimoderatori oleh Decy Arifinsjah. Pembicara pertama adalah Iwan Suyudhie Amri, Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN, Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN, Kementerian Luar Negeri. Iwan Suyudhie Amri mempresentasikan “Peluang dan Tantangan Kerjasama Ekonomi ASEAN”. Dalam presentasinya Iwan Suyudhie Amri memaparkan mengenai visi integrasi kawasan; ASEAN community; ASEAN economic community; peluang dan tantangan MEA; langkah ke depan; dan visi pasca 2015.

 Pembicara kedua adalah Tri Hidayatno, Kepala Subbidang Kerjasama Ekonomi, Asisten Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Regional dan Sub Regional, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Tri Hidayatno mempresentasikan “Langkah Strategis untuk Meningkatkan Daya Saing Dalam Rangka Menghadapi MEA 2015”. Dalam presentasinya Tri Hidayatno memaparkan mengenai MEA 2015; potret perekonomian regional dan global; kondisi perekonomian Indonesia; bagaimana kesiapan Indonesia; serta langkah strategis nasional.

 Pembicara ketiga adalah Donna Gultom, Kepala Subdirektorat Kerjasama ASEAN, Direktorat Kerjasama ASEAN, Direktorat Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional, Kementerian Perdagangan. Donna Gultom mempresentasikan “Persiapan Sektor Dalam Rangka Menghadapi MEA 2015”. Dalam presentasinya, Donna Gultom memaparkan menjelaskan mengenai strategi dan upaya pemerintah Indonesia menghadapi MEA 2015 dengan menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman; mengidentifikasi strategi dan upaya pemerintah; dan  menjelaskan persiapan sektor dalam menghadapi MEA 2015.

 Pembicara keempat atau yang terakhir adalah Parjiono, Kepala Bidang ASEAN, PKRB, BKF Kementerian Keuangan. Parjiono mempresentasikan “Masyarakat Ekonomi ASEAN: Peluang dan Tantangan”. Dalam presentasinya, Parjiono menjelaskan mengenai isu dan tantangan MEA serta tindak lanjut ke depan yang harus dilakukan terkait isu dan tantangan tersebut.

 Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Peserta workshop ini sangat antusias, hal ini terbukti dari banyaknya peserta yang mengajukan pertanyaan pada sesi ini.  Diantara beberapa pertanyaan yang diajukan oleh para peserta adalah mengenai strategi Indonesia dalam menghadapi MEA 2015 yaitu bagaimana kekuatan keuangan Indonesia dalam mengimplementasikan strategi-strategi tersebut dan bagaimana membuat strategi tersebut tidak hanya di tatanan kebijakan saja namun dapat menyentuh langsung ke pelaku usaha. Workshop kemudian diakhiri dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator, Decy Arifinsjah.(mi/aip)