KARYA ENAM PENELITI BKF DALAM PRSCO INTERNATIONAL CONFERENCE

Bandung (05/09) Enam orang peneliti Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan yaitu Hidayat Amir, Abdul Aziz, Sofia Arie Damayanty, Hadi Setiawan, Rita Helbra Tenrini, dan Anda Nugroho berhasil menyajikan paper-paper mereka dalam suatu ajang konferensi international yang cukup bergengsi di Bandung, yaitu “The 23th Pacific Conference of the Regional Science Association International (RSAI) and The 4th Indonesian Regional Science Association (IRSA) Institute www.prsco2013.org. Konferensi international dengan tema “Green Growth and Global Recovery: A Regional Perspective” merupakan acara dua tahunan sebagai tempat bagi para ilmuwan dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari negara-negara di Pasifik dan sekitarnya untuk berbagi hasil penelitian dan mendiskusikan topik terkini tentang aspek regional dari berbagai isu global. Sebagai tuan rumah penyelenggara konfrensi ini adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjajaran yang dilaksanakan pada tanggal 2-4 Juli 2013 di Hotel Savoy Homann, Bandung.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 350 peneliti dan akademisi dari 30 negara yang mendiseminasikan hasil penelitian dan keahlian mereka di bidang pembangunan regional dan kebijakan publik. Pembukaan acara konferensi sendiri dilakukan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas, Prof. Armida Alisjahbana. Selain acara parallel session dan poster session, dalam international conference ini juga ada plenary session yang disampaikan oleh Prof. Iwan Jaya Aziz (Cornell University/ADB), Prof. Jichung Yang (Seoul National University/President of PRSCO), Prof. Peter B. Dixon (Monash University), dan Prof. Piet Rietveld (VU University Amsterdam) yang merupakan ekonom-ekonom tingkat dunia.

Hidayat Amir dan Anda Nugroho berhasil meloloskan dan mempresentasikan dua buah paper mereka dalam parallel session yang berjudul “Development of Web-Based CGE Model for Tax Policy Analysis” dan “Formal and Informal Sectors in Indonesia: Development of an Extended SAM”. Abdul Aziz juga meloloskan dua buah paper-nya dengan yang berjudul “Analysis on Determinants of Local Expenditure in Indonesia Case Study: Expenditure on Provincial Budget” dan “Urgency of Trans Sumatera Road Development in Supporting MP3EI Program”. Sementara Sofia Arie Damayanty dan Hadi Setiawan juga berhasil meloloskan dan menyajikan dua buah karya mereka dengan judul “The Development of Clean Water Supply in Indonesia: Policy, Progress and Bottlenecks” dan ”Causality Analysis Between Financial Performance and Human Development Index: Case Study on Province in Eastern Indonesia”. Terakhir Rita Helbra Tenrini berhasil meloloskan papernya dengan judul “Diffusion of Policy Innovation: the Case of Green City Action Plan in Indonesia” dalam Poster Session.

Paper-paper yang disajikan oleh para peneliti BKF mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang cukup baik dari para peserta konfrensi, bahkan paper Hidayat Amir dan Anda Nugroho yang berjudul “Development of Web-Based CGE Model for Tax Policy Analysis” mendapatkan perhatian dari senior CGE modeler Gempack dari Monash University Australia, Associate Prof. Mark Horridge, Dr. Maureen Rimmer dan Prof. Peter B. Dixon. Sebagai tindak lanjutnya, mereka berdua mendapat semacam pengakuan sebagai pengguna software Gempack dengan ditayangkan dalam websitenya www.monash.edu.au/policy/gpusers.htm.

Partisipasi peneliti BKF dalam forum-forum Internasional seperti ini bukan hanya pencapaian yang layak diapresiasi, selain menjalankan salah satu arahan dari Kepala BKF acara-acara seperti ini juga sangat penting bagi para peneliti agar mampu menimba ilmu dari interaksi dan diskusi mereka dengan para peneliti, akademisi dan kalangan lainnya di dunia internasional. Sehingga ke depannya hasil kajian para peneliti memenuhi standar kualitas yang baik dan menjadi landasan kebijakan yang kuat bagi pemerintah khususnya Kementerian Keuangan (hs/hid).