APEC Finance Ministers Meeting (AFMM)

Bali (21/09): Rangkaian pertemuan para Delegasi yang tergabung dalam negara-negara APEC sampai pada pertemuan puncaknya pada  APEC Finance Ministers’ Meeting (20/09), kemarin. Pertemuan yang diselenggarakan di Bali International Convention Center dari pagi hingga sore ini membahas beberapa topik hangat yang terbagi dalam lima sesi dan diakhiri dengan Joint Media Conference.

Muhamad Chatib Basri, Menteri Keuangan RI, bertindak sebagai Chair dalam pertemuan AFMM tersebut. Dalam sambutan pembukanya, M. Chatib Basri mengatakan bahwa dunia saat ini melihat apakah kawasan APEC, mengingat ukuran dan perannya dalam ekonomi global, dapat menunjukkan kapasitasnya untuk pulih dari fluktuasi ekonomi, dan mendukung ekonomi global dengan mempertahankan momentum pertumbuhannya. Prospek normalisasi dalam kebijakan moneter AS telah menyebabkan meningkatnya volatilitas di pasar modal, tekanan nilai tukar, dan kondisi keuangan yang lebih ketat di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia. Ini adalah peringatan bahwa kita perlu melipatgandakan usaha kita untuk membuat ekonomi kita sendiri setangguh mungkin dan ini berarti membangun fundamental yang kuat untuk mendukung ekonomi kita, termasuk melalui reformasi struktural.

Untuk memperkuat dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi, negara-negara berkembang perlu untuk menarik modal jangka panjang yang diinvestasikan dalam proyek-proyek infrastruktur yang berkualitas tinggi. Hal ini tidak hanya akan membawa manfaat bagi perekonomian di mana proyek berlangsung dalam hal membuka potensi pertumbuhan, tapi ini juga dapat membuka jalan bagi investor internasional jangka panjang mencari investasi yang stabil dan menguntungkan.

Upaya kami tahun ini telah difokuskan pada bagaimana kita bisa menciptakan pasar infrastruktur yang berfungsi lebih baik di kawasan APEC. Kami telah mengembangkan pemahaman mengenai keinginan membangun institusi yang diperlukan dari bawah ke atas - dimulai dengan langkah-langkah praktis dengan memfokuskan pekerjaan kami dalam meningkatkan kapasitas anggota ekonomi APEC untuk mendorong modal swasta jangka panjang untuk berinvestasi secara produktif pada proyek infrastruktur berkualitas tinggi.

Kami juga memiliki tujuan strategis yang lebih besar yaitu harus memungkinkan negara anggota APEC untuk menghubungkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam pembangunan infrastruktur, untuk menciptakan masa kritis yang sangat diperlukan dalam membangun pasar infrastruktur yang cukup besar di wilayah regionalnya. Tantangan kami adalah untuk mengambil langkah-langkah praktis dengan dipandu oleh  strategic outlook. Dan yang akan menjadi jawaban kami terhadap harapan masyarakat apakah kita dapat memberikan sesuatu yang konkret dari pertemuan AFMM hari ini, demikian sebagian sambutan yang disampaikan oleh Menkeu RI sebelum melanjutkan ke sesi pertama pertemuan ini.

Sesi pertama dari pertemuan tersebut membahas mengenai Macroeconomic Outlook. Pembicara utama pada sesi ini adalah International Monetary Fund (IMF), World Bank (WB), Asian Development Bank (ADB), China, Amerika Serikat, Jepang dan Republic of Korea. Berlanjut ke sesi kedua, Trade Finance merupakan topik yang dibahas dalam sesi ini. Pembicara utama untuk sesi kedua ini adalah Sekretariat APEC dan Asian Development Bank (ADB).

Pertemuan yang dihadiri oleh 11 Menteri Keuangan APEC dan perwakilan delegasi lainnya, berfoto bersama sebelum melanjutkan pertemuan pada sesi ketiga. Indonesia, Australia, ADB, WB, dan APEC Business Advisory Council (ABAC) menjadi pembicara utama pada sesi ketiga yang membahas Infrastructure. Memasuki sesi keempat, Financial Inclusion menjadi topik berikutnya yang dibawakan oleh pembicara utama dari WB, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan ABAC. Pada akhir rangkaian sesi pertemuan AFMM ini membahas tentang Report on Treasury and Budget Reform Initiative yang dipresentasikan oleh Indonesia dan Report on Disaster Risk Finance Survey Initiative yang dibawakan oleh OECD.

Mengakhiri pertemuan AFMM, seluruh Menteri Keuangan APEC dan Ketua Delegasi lainnya yang hadir dalam pertemuan tersebut menyelenggarakan Joint Media Conference. Dipenuhi oleh berbagai media baik dalam maupun luar negeri, Konferensi pers bersama ini ditujukan untuk memberikan penjelasan hasil dari pertemuan AFMM dalam Joint Ministerial Statement. Dalam Kesempatan ini juga, konferensi pers dilanjutkan dengan Penandatanganan Statement of Intent of  the Asia Region Funds Passport (ARFP) oleh empat kementerian keuangan dari Australia, Republic of Korea, New Zealand dan Singapura. (aam)