International Seminar on Middle Income Trap (MIT)
Bali (12/12): Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Indonesia serta didukung oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Asian Development Bank (ADB) dan United Nations Department of Economic and Social Affair (UNDESA) menyelenggarakan seminar international yang bertemakan International Seminar on Middle Income Trap: “Avoiding The Middle Income Trap: Lessons Learnt and Strategies for Indonesia to Grow Equitably and Sustainably” di Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Seminar ini dimulai pada tanggal 12-13 Desember yang didahului dengan penyelenggaraan technical workshop mengenai middle income trap sehari sebelumnya.
Membuka acara seminar ini, Menteri Keuangan menyambut hangat peserta seminar dan memberikan pidatonya mengenai middle income trap dimana hal tersebut merupakan suatu kondisi mengenai perkembangan ekonomi dimana suatu negara yang sudah berhasil masuk ke kelompok negara berpendapatan menengah (middle income countries), namun kemudian mengalami stagnasi dalam jangka waktu cukup lama dan tidak berhasil naik ke dalam kelompok negara berpendapatan tinggi. Penjelasan Menkeu dapat dibaca pada keterangan pers dibawah ini.
Menkeu juga mengajak para peserta seminar untuk berpikir tentang bagaimana mengatasi 3 poin penting dari pertemuan ini yaitu pertama adalah context, kedua berupa challenges, dan ketiga adalah timing of the conference yang pada akhirnya konferensi ini dapat memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi kebijakan dan tindakan nyata yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan
Setelah Menkeu memberikan pidatonya, Menkeu juga memberikan keterangan yang disertai dengan tanya jawab kepada media dalam konferensi pers. Pada kesempatan ini, Menkeu didampingi oleh Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Andin Hadiyanto.
Sesi pertama dalam seminar ini bertemakan Setting the scene – Indonesia and the middle income trap dengan menghadirkan Bambang P.S. Brodjonegoro (Wakil Menteri Keuangan) yang mempresentasikan hasil dari workshop mengenai MIT dan Iwan Jaya Azis (Head of ADB Office of Regional Economic Integration) mempresentasikan Asia and Middle Income Trap. Kedua presentasi tersebut dilanjutkan dengan diskusi yang dibawakan oleh Anton Gunawan (Chief Economist, Bank Danamon) sebagai Moderator, dan dua pembahas yaitu Elan Satriawan (TNP2K) dan Sudhir Shetty (Director, Poverty Reduction and Economic Management, East Asia and Pacific Region, World Bank).
Berlanjut pada pembahasan di sesi kedua, didahului dengan dua presentasi dari Bambang Prijambodo (Senior Advisor of Minister for Development Planning) dan Vivi Alatas (World Bank). Bambang Prijambodo menjelaskan mengenai Inequality and the sustainability and the inclusiveness of long term growth. Vivi Alatas dalam presentasinya menjelaskan tentang Inequality in a middle income country : Implications for Indonesia. Sesi kedua ini dimoderatori oleh Dinna Wisnu (Paramadina University), dan dua pembahas yaitu Arianto Patunru (ANU) dan Hamid Rashid (Senior Adviser, UNDESA)
Sesi terakhir di hari pertama seminar internasional ini juga menghadirkan dua presentasi yang dibawakan oleh Sofyan Rohidi (Vice President of Human Capital Policy, PT.TELKOM) dengan presentasi yang berjudul Driving Indonesia Competitiveness Through Human Resource Management dan Budi Soetjipto (UI) dengan presentasi The Role of Human Capital Management in Moving Up Middle Income. Sesi ini dimoderatori oleh Denni P. Purbasari (UGM/Deputy Special Advisor to the Vice President) dengan dua pembahas yaitu Cristobal Ridao-Cano (World Bank) dan Gokhan Guder (Turkey Ministry Economic Development).
Seminar ini akan berlanjut dihari kedua (13/12) dengan tiga sesi yang masing-masing sesi bertemakan Putting in place a supportive fiscal and monetary policy framework for sustained growth, Micro policies: industial, investment, and regulatory policies, dan The importance of coherence and coordination between short-term macroeconomic policies and long-term development strategies for avoiding the middle income trap. Sebelum mengakhiri seluruh sesi seminar, rencananya akan diadakan talk show yang bertemakan “Indonesian and the middle income trap: The Way Forward” yang akan dibahas oleh masing-masing perwakilan dari Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Bank Indonesia, World Bank, UNDESA, dan ADB yang akan dimoderatori oleh Rhenald Kasali. (aam/ar)
File Terkait:







