Kunjungan Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang Dalam Rangka Sosialisasi Kebijakan Fiskal
Jakarta (8/1): Di awal tahun 2014 ini bertempat di Aula serbaguna lantai 2 Gedung RM. Notohamiprodjo Kementerian Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) mendapat kunjungan dari Fakultas Ekonomi Universitas Singaperbangsa, Karawang. Acara ini dibuka oleh Lukas Lantip Ciptadi, Kepala Bagian Umum Sekertariat Badan yang mewakili Sekretaris Badan. Dalam sambutan pembukanya Kepala Bagian Umum memberikan ucapan selamat datang di Kementerian Keuangan bagi semua rombongan mahasiswa dengan memberikan gambaran umum mengenai struktur organisasi dan fungsi unit-unit yang ada di BKF sebagai pengantar diskusi dan meminta para mahasiswa untuk tidak segan-segan menanyakan apa saja yang ingin ditanyakan karena diacara ini bisa langsung bertemu dengan ahli yang kompeten dibidangnya. Kemudian acara di lanjutkan dengan sambutan perwakilan Universitas Singaperbangsa Karawang yang di wakili Dosen Pembimbing yang mengucapkan terimakasih atas terlaksananya kunjugan mahasiswa ini karena ini bisa menjadi bekal yang baik untuk menambah ilmu dan membuka wawasan baru bagi mahasiswa dari Universitas Singaperbangsa Karawang . Usai sambutan acara dilanjutkan dengan foto bersama sebelum memasuki acara inti yaitu sesi presentasi materi dan sesi diskusi tanya jawab.
Pada sesi presentasi materi, sebagai moderator Aep Soleh, Kasubbid Subsidi BBM, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang merupakan moderator terbaik kedua menurut survey angket selama kunjungan mahasiswa 2013, sedangkan sebagai pembicara pertama yaitu Abdurohman, Kepala Bidang Analisis Fiskal, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro dan sebagai pembicara kedua Wahyu Utomo Kepala Subbid Belanja Kementerian/Lembaga, Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Pembicara pertama, Abdurohman memaparkan Perkembangan Perekonomian Terkini & Sustainabilitas Fiscal yang mencakup Indonesia Economy at Glance dimana Fundamental ekonomi Indonesia relatif sehat dengan potensi untuk berkembang sangat terbuka karena didukung dengan indikator yang meliputi jumlah penduduk yang masif, bonus demografi dalam 20 tahun ke depan, posisi secara geografis yang strategis, produsen komoditi dan masuk dalam Negara perekonomian terbesar ke-7. Perkembangan Terkini Ekonomi Global di jelaskan bahwa perekonomian Eropa masih belum menunjukan pemulihan yang signifikan (Negara yang masuk dalam PIGS) dan laju pertumbuhan ekonomi China, India cenderung melemah di tiga tahun terakhir ini akan ikut berpengaruh ke ekonomi domestik karena mereka termasuk mitra dagang strategis dari Indonesia, beberapa lembaga internasional kembali merevisi ke bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi global hal ini tentu masih akan mempengaruhi perekonomian domestik, Perkembangan Terkini Domestik masih terpengaruh dan mengalami turbulensi sektor keuangan karena hampir semua negara berkembang masih terpengaruh oleh Tapering off Quantitative Easing dari The FED dan Sustainabilitas Fiskal APBN 2013 dan 2014.
Pembicara kedua Wahyu Utomo, memaparkan tentang Upaya Mengendalikan Utang Untuk Menjaga Kesinambungan Fiskal. Dimana di jelaskan bahwa pada dasarnya utang itu tidak masalah asalkan disesuaikan dengan kondisi keuangan tidak melebihi dari 25 % PDB dan diperuntukkan untuk meningkatkan perekonomian. Dengan pengelolaan utang yang baik justru bisa memberikan manfaat lebih besar asalkan utang itu tidak dihabiskan untuk konsumsi. Adapun Konsep APBN untuk kesejahteraan diibaratkan sebuah roket, lapisan bawah yang berfungsi sebagai bahan bakarnya adalah Optimalisasi pendapatan dengan menjaga iklim investasi, menjaga kualitas belanja, mengendalikan defisit dalam batas aman, dan pengurangan debt ratio. Sedangkan lapisan berikutnya berfungsi sebagai piston pemantik (trigger) Fiscal Sustainability, lapisan berikutnya sebagai mesin penggerak adalah sustainable development. Lapisan terakhir adalah sebagai hulu ledak pencapaian target yaitu sustainable economic growth dimana target utamanya adalah social welfare.
Pada akhir rangkaian presentasi diberikan satu sesi khusus tanya jawab antara peserta dan pembicara untuk mendalami materi yang telah dipaparkan oleh pembicara yang terbagi dalam dua termin, berlangsung cukup seru dengan diselingi pertanyaan dan pemberian doorprize oleh para pembicara bagi peserta yang dapat menjawab dan memberikan pertanyaan yang dinilai terbaik oleh pembicara. Acara sosialisasi kebijakan fiskal ini diakhiri dengan pertukaran cinderamata atau kenang-kenangan dari Badan Kebijakan Fiskal dan Universitas Singaperbangsa Karawang serta makan siang bersama. (gh/rsw)