Seminar Perkembangan Ekonomi dan Fiskal Terkini di Madura
Jakarta (20/1): Pemerintah terus meningkatkan kualitas dan efektifitas kebijakan-kebijakan pada sektor perekonomian dan fiskal untuk membangun keseimbangan sistem antara pusat dan daerah demi kesejahteraan masyarakat seluruhnya. Selama tahun 2013, kurang lebih 20 kota besar telah dilakukan sosialisasi mengenai perkembangan ekonomi dan fiskal terkini oleh Kementerian Keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal bekerja sama dengan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal melakukan seminar untuk memberikan informasi mengenai perekonomian Indonesia maupun global beserta kebijakan-kebijakan pemerintah didalamnya. Selain itu juga mengumpulkan masukan-masukan yang berpotensi untuk menyempurnakan kebijakan yang bertujuan untuk keseimbangan perekonomian antara pusat dan daerah.
Di Tahun 2014 ini, Seminar Perkembangan Ekonomi dan Fiskal terkini diselenggarakan kembali. Madura, menjadi tempat pertama dalam penyelenggaraan rangkaian Seminar. Seminar ini dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Januari 2014 lalu. Bupati Pamekasan mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan sambutan pada seminar tersebut yang bertempat di Pendopo Ronggo Sukowati, Kabupaten Pamekasan.
Seminar ini dapat dikatakan spesial karena dihadiri oleh wakil rakyat di DPR, Achsanul Qosasih, Anggota Komisi XI DPR RI. Beliau juga turut memberikan sambutan kepada peserta seminar antara lain mengutarakan bahwa alokasi anggaran untuk Madura bertambah terutama pada alokasi pembangunan infrastruktur. Selain itu beliau juga menjelaskan kondisi, hambatan dan kendala yang ada di Madura, termasuk pondok pesantren yang memerlukan program pemerintah.
Pada Kesempatan ini, M. Chatib Basri, Menteri Keuangan RI juga turut hadir. Beliau dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur menjadi sangat penting, hampir 16% dari pendapatan nasional berasal dari Jawa Timur. Pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 6,9% dan Madura 6,2%, sedangkan secara nasional pertumbuhan ekonomi sebesar 5,7%. Dengan demikian Beliau menambahkan bahwa Komitmen pemerintah untuk pembangunan daerah dilakukan melalui penambahan alokasi anggaran untuk Madura. Kemudian beliau juga menjelaskan tiga akses apabila bicara mengenai perekonomian daerah, yaitu akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Menteri Keuangan menjelaskan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dimengerti oleh seluruh peserta yang berasal dari Pemda Jatim & Madura, Pondok Pesantren, Akademisi, Pengusaha, dsb. Sebelum mengakhiri sambutannya mengingatkan bahwa alokasi anggaran harus dijaga dan menggunakannya dengan efektif. Harapan beliau untuk peserta seminar untuk menyampaikan apa yang menjadi concern didaerahnya, karena keadaan di lapangan sering berbeda dengan yang diharapkan.
Beranjak pada sesi seminar, menghadirkan Rudi Purwono, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga (Regional Economist Jatim) sebagai Moderator dan tiga narasumber. Andin Hadiyanto, Kepala Badan Kebijakan Fiskal menjadi narasumber pertama dengan presentasinya mengenai “Evaluasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia”. Beliau menjelaskan tentang background APBN dan tantangan APBN di sektor internal dan eksternal. Sebagai narasumber kedua, Purwiyanto Pranotosuwiryo, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara, membawakan presentasinya yang berjudul “Kesuksesan Pelaksanaan APBN 2014, Cermin Partisipasi Kita Semua”. Dalam presentasinya, Purwiyanto menjelaskan tentang Karakteristik APBN, Subsidi, dan Statistik penting belanja negara meliputi: Anggaran infrastruktur, anggaran kemiskinan, anggaran ketahanan pangan dan anggaran tanggap climate change.
Narasumber ketiga, Boediarso Teguh Widodo, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menjelaskan topik Keuangan Daerah dalam presentasinya. Beliau menjelaskan desentralisasi fiskal dan implementasi pembagian sumber pendanaan, serta trilogi dana perimbangan transfer ke daerah yaitu DBH, DAU dan DAK. Sebelum mengakhiri seminar tersebut, dilakukan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusias peserta dengan pertanyaan-pertanyaan dan masukan-masukan mengenai perekonomian, kondisi, kendala dan hambatan di sekitar Madura. (aam/kspa)







