Kick Off Meeting Jaringan Ahli Ekonomi Daerah (Regional Economist) Tahun 2014
Jakarta (05/02): Dalam rangkaian awal kegiatan Jaringan Ahli Ekonomi Daerah atau Regional Economist tahun 2014 yang diselenggarakan tanggal 4 s.d. 6 Februari 2014 di Jakarta, PKEM BKF bersama Ditjen Perbendaharaan dan Biro KLI, Setjen, Kemenkeu menyelenggarakan Kick Off Meeting Jaringan Ahli Ekonomi Daerah (Regional Economist) Tahun 2014, bertempat di Aula Mezzanine, Gedung Djuanda I Lantai 2, Kementerian Keuangan, Rabu pagi hingga sore hari. Kick Off Meeting ini dihadiri oleh para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, ahli-ahli ekonomi daerah dari beberapa universitas terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari Tim Regional Economist Kementerian Keuangan 2014 serta Tenaga Pengkaji dari Ditjen Pajak. Hadir membuka pertemuan ini adalah Menteri Keuangan, Chatib Basri.
Acara Kick Off Meeting hari ini (Rabu) diawali dengan penyampaian sambutan pembuka oleh Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Andin Hadiyanto. Dalam sambutannya, Andin menyampaikan bahwa tujuan acara ini adalah dalam rangka pertemuan awal Regional Economist tahun 2014 dan penandatanganan naskah kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Regional Economist. Andin kemudian menjelaskan mengenai peranan para Regional Economist di tahun 2013 dan akan dilanjutkan di tahun 2014 diantaranya adalah 1) melakukan analisis ekonomi secara berkala; 2) melakukan sosialisasi kebijakan ekonomi dan fiskal; 3) menyusun policy paper; 4) menjadi narasumber dalam training, capacity building, dan menjadi konsultan pada Kanwil Kemenkeu di daerah; 5) Bersama Kanwil setempat memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah; 6) menjadi pembicara pada seminar yang dilakukan di daerah sekaligus penghubung antara Kemenkeu dengan kampus setempat; 7) Menghadiri dan berkontribusi aktif dalam kegiatan seminar/workshop yang dilakukan terkait regional economist baik di Jakarta maupun di daerah dan 8) kegiatan-kegiatan lain yang bersifat ilmiah. Adapun manfaat yang diharapkan melalui kegiatan Regional Economist ini adalah pencapaian visi Kementerian Keuangan dalam rangka menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di abad ke-21.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Dirjen Perbendaharaan, Marwanto. Dalam sambutannya, Marwanto menyampaikan bahwa support dari Regional Economist untuk membantu Ditjen Perbendaharaan di Kanwil-Kanwil akan sangat bermanfaat. Hal ini terkait dengan kebijakan yang sudah dicanangkan bahwa Kanwil-Kanwil Ditjen Perbendaharaan diharapkan menjadi representasi Kementerian Keuangan di daerah. Marwanto juga menyampaikan tantangan yang akan dihadapi oleh unit yang dipimpinnya. “Kami ini terbiasa sebagai pengelola administrasi penganggaran, jadi pasti kami akan kekeuh terhadap aturan, melaksanakan aturan dengan baik, kemudian apabila nanti harus melaksanakan sesuatu di luar aturan, harus ada petunjuk pelaksanaan yang lebih jelas”, jelasnya.
Setelah sambutan oleh Dirjen Perbendaharaan, Marwanto, acara dilanjutan dengan penyampaian sambutan kunci oleh Menteri Keuangan, Chatib Basri sekaligus membuka acara Kick Off Regional Economist tahun 2014. Dalam sambutannya, Chatib menyampaikan bahwa peningkatan jumlah Regional Economist dari tahun ke tahun sejalan dengan kebutuhan mengenai perlunya Regional Economist bagi Kementerian Keuangan untuk mendorong atau membantu dalam pelaksanaan tugas. Chatib meminta bantuan dan support para Regional Economist untuk membantu Kanwil-Kanwil Ditjen Perbendaraan yang merupakan representasi Kemenkeu di daerah terkait dengan aspek makro ekonomi. Chatib juga meminta bantuan Regional Economist dalam mendiseminasikan ide atau masalah-masalah dan solusinya mengenai perekonomian yang kita hadapi saat ini. Chatib kemudian menjelaskan dan men-share kepada para peserta acara ini mengenai apa yang terjadi pada perekonomian nasional dan perkembangan perekonomian global saat ini serta bagaimana implikasinya terhadap perekonomian daerah.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Rekomendasi Kebijakan dari Regional Economist tahun 2013 oleh Kepala BKF kepada Menteri Keuangan, pemaparan rencana kegiatan Regional Economist tahun 2014 oleh Kepala BKF, dan penandatanganan kontrak kerja antara Kemenkeu dengan Regional Economist. Dalam penandatanganan kontrak ini, Kemenkeu diwakili oleh Kepala BKF, Andin Hadiyanto.
Acara kick off meeting ini kemudian diakhiri dengan sesi workshop dan tanya jawab yang dibagi menjadi 3 sesi pemaparan. Sesi I menghadirkan Kepala PKEM, BKF Kemenkeu, Luky Alfirman yang menyampaikan presentasi mengenai “Outlook Perekonomian Nasional 2014”. Sesi II menghadirkan Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran, DJA Kemenkeu, Mariatul Aini yang menyampaikan presentasi mengenai “Perkembangan dan Tantangan Implementasi SJSN di Indonesia”. Sesi II atau yang terakhir menghadirkan Direktur Surat Utang Negara, DJPU Kemenkeu, Loto Srinarita Ginting yang menyampaikan presentasi mengenai “Strategi Pengelolaan Utang untuk Menunjang Kesinambungan”. (mi/kspa)




