Diskusi "Reformasi Struktural Untuk Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkelanjutan"
Jakarta (02/04): Sebagai salah satu pembicara dalam acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2013 dengan tema “Reformasi Struktural untuk Pertumbuhan Ekonomi yang berkelanjutan”, Andin Hadiyanto mengatakan bahwa cadangan minyak Indonesia saat ini adalah 4 (empat) milyar barel dan diperkirakan 15 s.d. 20 tahun kedepan akan habis, sehingga diperlukan langkah-langkah isu kebijakan ketahanan pangan. Diskusi yang dimulai pukul 13.30 WIB dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di Gedung Thamrin lantai 4 Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta. Salah satu pesan utama dalam buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2013 adalah pentingnya penguatan kebijakan struktural untuk mendorong perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi dan lepas dari perangkap negara pendapatan menengah (middle income trap).
Selain Andin Hadiyanto hadir sebagai pembicara Sofyan Wanandy (Ketua Umum Apindo), Mirza Adityaswara (Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia), dan Ari Kuncoro (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia), serta Tony Prasentiantono (Komisaris Independen Bank Permata) sebagai moderator. Sebagai panelis diskusi adalah Emil Salim, Darmin Nasution, dan Adrianus Moy. Hadir pula Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Andi Rahmat, Para Dewan Gubernur Bank Indonesia, Asosiasi Usaha, dan Perwakilan Lembaga Internasional.
Kenapa suku bunga susah diturunkan? Menurut Mirza Adityaswara ada tiga hal yang menyebabkan kenapa suku bunga sulit untuk diturunkan, yaitu Inflasi yang tidak stabil, struktur pasar, dan Funding Resource dari perbankan. Beberapa ekspektasi pembicara terkait perekonomian Indonesia tahun 2014 adalah bagaimana kita dapat menciptakan sebuah instrumen yang dapat membuat pola besar bagi perekonomian kita, tidak hanya sebuah wacana dan planning, kepastian hukum, reformasi birokrasi, perbaikan krisis infrastruktur, dan berharap “kerja bersama” antara legislatif dan eksekutif, serta reformasi hukum dan politik.
Diskusi diakhiri dengan sebuah statement dari Tony Prasentiantono “Bagaimanapun dan apapun kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2013 yang penuh dengan berbagai masalah, jangan dijadikan bingkai menjadi kita kecil hati, tetapi masalah yang datang merupakan tantangan yang harus dijawab pada tahun 2014” (aanridha*GH*AIP)





