Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Yogyakarta

Yogyakarta (22/04):. Kementerian Keuangan kembali mengadakan Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini yang kali ini bertempat di The Phoenix Hotel Yogyakarta yang dihadiri oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai instansi baik pemerintah pusat, daerah maupun dari pihak swasta di Yogyakarta dan sekitarnya. Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh peserta dan panitia. Rudi Gunawan Bastari, Kepala Kanwil DJP Yogyakarta memberikan kata sambutan kepada para peserta dan secara resmi membuka acara seminar. Sebelum para pembicara melakukan pemaparan, diadakan doa bersama untuk menambah khidmat acara. Pada seminar kali ini Yudistira Hendra Permana, Staf Pengajar Sekolah Vokasi Ekonomi dan Bisnis, UGM, bertindak sebagai moderator.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan oleh narasumber pertama yaitu Luky Alfirman, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF.  Luky menyampaikan bahwa pada pertengahan 2013 isu tapering yang dilakukan oleh The Fed memberikan dampak tekanan baik di sektor perdagangan maupun di sektor keuangan pada negara-negara emerging economies termasuk Indonesia.  Namun pemerintah dengan beberapa respon koordinasi kebijakan tahun 2013 berhasil melakukan perbaikan terhadap kondisi keuangan Indonesia, salah satunya dengan melanjutkan reformasi subsidi energi. Kemudian disampaikan bahwa di awal tahun 2014 rupiah dan IHSG mengalami penguatan tertinggi, rupiah sendiri mengalami apresiasi terbaik sejak November 2013. Diperkirakan kedepannya Indonesia masih akan menjadi negara tujuan investasi yang menarik bagi para investor, baik di industri tambang maupun industri-industri manufaktur.

Pada sesi kedua diisi oleh Rimawan Pradiptyo, Ekonom pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada dengan membawa tema pemaparan Pengembangan Transportasi Umum Untuk Mendukung Keistimewaan Yogyakarta. Pada kesempatan ini, Rimawan menyampaikan bahwa Yogyakarta berupaya untuk menjadikan transportasi umum sebagai pendukung keistimewaan Yogyakarta. Dengan melihat bahwa tidak ada satu negara maju tanpa sistem transportasi publik yang komprehensif. Transportasi publik yang akan dikembangkan adalah transportasi yang ramah lingkungan, yang mencerminkan masyarakat berpendidikan, mendukung optimalisasi alokasi lahan dan dapat menjadi urat nadi perekonomian suatu kawasan. Yogyakarta diharapkan dapat menjadi pilot project penerapan transportasi publik yang baik di Indonesia. Upaya yang dilakukan adalah dengan menjadikan satu sistem pada transportasi publik di Yogayakarta yang sekarang ini terbagi menjadi beberapa sistem, dengan menjadikan semua transportasi publik di Yogyakarta menjadi TransJogja.

Sebagai pemapar pada sesi terakhir Defredi Rozal, Kepala Bagian pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan membawa tema Kebijakan Tranfer ke Daerah tahun 2014. Beliau menyampaikan tentang beberapa arah kebijakan transfer ke daerah yaitu meningkatkan kapasitas fiskal daerah serta mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah, serta antar daerah, lalu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan waktu pengalokasian dan penyaluran anggaran transfer ke daerah. Kemudian memaparkan alokasi dana transfer daerah secara umum pada APBN 2014 dilanjutkan dengan pemaparan tentang dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dana alokasi khusus, dan dana otonomi khusus, beserta kebijakan umum terkait masing-masing dana tersebut tahun anggaran 2014

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab oleh para pembicara dan peserta seminar. Pada pukul 12.00 WIB acara seminar secara resmi ditutup oleh Rudi Gunawan Bastari, Kanwil DJP Yogyakarta. (pya/rr)