Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Serang

Serang (06/05): Bertempat di Bale Agung Hotel Ratu Bidakara, Direktorat Jenderal Perbendaharaan bekerja sama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dan Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan kembali menyelenggarakan Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini. Acara yang diadakan pada tanggal 6 Mei 2014 ini diawali dengan pembacaan Doa dan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin.

Setelah lagu kebangsaan selesai dinyanyikan, Wahyu Wardhana, Staf Ahli Gubernur Banten Bidang Ekonomi dan Keuangan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Wahyu mengucapkan ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Keuangan atas terlaksananya Seminar ini. Selain itu, Wahyu juga berharap output dari seminar ini dapat dijadikan referensi pengambilan kebijakan yang efektif di Provinsi Banten dan beliau menantikan acara-acara lain yang sejenis dan lebih intensif dari Kementerian Keuangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Keynote Speech oleh Tauhid, Tenaga Pengkaji bidang perbendaharaan Direktorat Jenderal Perbendaharaan, yang berfokus pada pemanfaatan anggaran yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkualitas dan berkelanjutan. Tauhid juga menekankan pentingnya peningkatan pemanfaatan anggaran untuk belanja modal dan infrastruktur disamping belanja pegawai untuk menanggulangi ketimpangan pertumbuhan yang terjadi di Provinsi Banten. Dalam kesempatan ini, Tauhid menyampaikan pula pentingnya pencatatan anggaran yang baik dalam menyongsong diberlakukannya Government Finance Statistics karena dengan pencatatan yang baik maka akan menarik para Investor Global untuk berinvestasi di daerah yang pada akhirnya akan menjadi multiplier yang positif bagi pertumbuhan perekonomian daerah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pleno.

Sesi pleno dibuka oleh Siska Indirawati (Kepala Bidang Data Ekonomi Makro dan Adm. Pengkajian, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro-BKF) sebagai Moderator. Sesi ini menghadirkan 3 (tiga) pembicara yang menyampaikan paparan secara berurutan yaitu Abdurohman (Kepala Bidang Analisis Fiskal, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal) yang menyampaikan Perkembangan Perekonomian Indonesia Terkini; Bambang Juanda (Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor) yang membahas mengenai Perkembangan Ekonomi Daerah Provinsi Banten; dan Ria Sartika Azahari (Kepala Bidang Kebijakan Transfer ke Daerah,  Pusat Kebijakan APBN - BKF), yang mempresentasikan mengenai Kebijakan Transfer ke Daerah Tahun 2014.

Abdurohman dalam presentasinya memaparkan secara detil mengenai gambaran kinerja ekonomi domestik dalam 15 tahun terakhir, perkembangan terkini perekonomian global, kondisi perekonomian nasional, serta pelaksanaan APBN. Abdurrohman juga memaparkan tantangan perekonomian yang dihadapi Indonesia ke depan, baik dalam skala global maupun domestik. Tantangan global yang dihadapi Indonesia terkait dengan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara maju telah mengakibatkan aliran likuiditas yang besar di pasar global. Perubahan arus likuiditas dapat mengganggu keseimbangan pasar uang di nilai tukar di berbagai negara serta rendahnya pertumbuhan negara-negara maju dan pelemahan harga komoditas primer di pasar global berdampak negatif pada ekspor beberapa negara, termasuk Indonesia. Sementara tantangan perekonomian domestik Indonesia terkait dengan isu-isu defisit transaksi berjalan, anggaran, stabilitas harga, stabilitas sistem keuangan, peningkatan daya saing investasi serta peningkatan pertumbuhan inklusif.

Pembicara kedua, Bambang Juanda, menyampaikan Perkembangan Ekonomi Daerah Provinsi Banten. Dalam presentasinya, Bambang menyampaikan berbagai indeks, data statistik dan data numerikal pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta berbagai data statistik terkait APBN dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Nasional dan Regional baik dari Provinsi Banten dan seluruh Provinsi di Indonesia. Bambang memaparkan pula tantangan yang dihadapi Provinsi Banten untuk mengurangi tingkat open unemployment dan peningkatan kualitas infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat Banten yang lebih baik.

Ria Sartika Azahari memaparkan Kebijakan Transfer ke Daerah Tahun tahun 2014. Paparannya meliputi gambaran sekilas APBN 2014, transfer ke daerah, penguatan taxing power daerah, serta pengelolaan APBD. Ria  menyimpulkan bahwa komitmen Pemerintah untuk mendukung kebijakan otonomi daerah yang berkelanjutan terlihat dari semakin besarnya dana transfer ke daerah dan semakin banyaknya instrumen penerimaan fiskal daerah, selain itu dukungan APBN terhadap pembangunan di daerah dilakukan melalui transfer ke daerah untuk memperkuat penerimaan APBD dan dana-dana APBN. Ria juga menyampaikan bahwa desentralisasi fiskal dilakukan melalui desentralisasi pengeluaran (transfer ke daerah) dan desentralisasi penerimaan (local taxing power) dan seiring dengan pelaksanaan desentralisasi fiskal, pengelolaan APBD oleh pemda menjadi sangat strategis dalam mengakselerasi pembangunan di daerah dan nasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penutupan. (ka/as)