Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Jambi
Jambi (08/05): Kementerian Keuangan (Badan Kebijakan Fiskal, Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan) menyelenggarakan seminar dengan tema Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini. Seminar yang diselenggarakan di Hotel Abadi Suite Jambi, dimulai pada jam 09.10, dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari Peserta seminar terdiri dari kalangan Perwakilan Pemerintah Daerah (Sekda, Bappeda, dan BPKAD), Perbankan, Akademisi, Mahasiswa, dan Umum (Gapensi, HIPMI, dan KADIN) di Provinsi Jambi. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri oleh seluruh hadirin dan pembacaan doa. Selanjutnya Welcome Remarks disampaikan oleh Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jambi, Sahat MT Panggabean yang menekankan pentingnya kegiatan Regional Economist bagi daerah provinsi jambi sehingga diharapkan partisipasi aktif dari peserta dalam mengikuti kegiatan ini.
Acara dilanjutkan dengan keynote speech oleh Staff Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran, Purwiyanto, yang menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik guna terciptanya optimasilisasi pendapatan negara dan peningkatan kualitas.
Sesi pleno dibuka oleh Dompak Napitupulu (Ketua Program Magister Agribisnis Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Jambi) sebagai Moderator. Sesi ini menghadirkan 3 (tiga) pembicara yang menyampaikan paparan secara berurutan yaitu Yoopi Abimanyu (Peneliti Madya pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal) yang menyampaikan Perkembangan Makroekonomi Indonesia Terkini; M. Nafi (Kepala Sub Direktorat Investasi dan Kapasitas Keuangan Daerah) yang membahas mengenai perimbangan keuangan antara Pusat dan Daerah serta bagaimana impactnya terkait Kebijakan Pembiayaan dan Kapasitas Daerah; dan Syamsurijal Tan (Ekonom pada Fakultas Ekonomi Universitas Jambi), yang mempresentasikan mengenai Optimalisasi Fiskal Daerah Provinsi Jambi.
Yoopi Abimanyu menyampaikan Makro dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia terkini dimana Pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih stabil dibandingkan Peer Countries. Selain itu, Perkembangan perekonomian global 2014 diperkirakan akan tumbuh lebih baik meskipun mempunyai Downside Risk yang menimbulkan berbagai kebijakan di berbagai negara diterapkan untuk mendorong dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Kemudian dikemukakan juga mengenai Volume perdagangan dunia yang diperkirakan masih akan meningkat meskipun moderat, sementara inflasi diperkirakan mereda. Namun demikian potensi pengurangan stimulus moneter dan pelemahan harga komoditas mendorong ekonomi ke new equilibrium.
M. Nafi menyampaikan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah melalui desentralisasi fiskal. Beliau memaparkan Kebijakan fiskal daerah harus sejalan dan mendukung dengan keempat kebijakan makro nasional dimana Seluruh kebijakan makro, terutama Kebijakan Fiskal mempengaruhi Kebijakan Transfer ke Daerah. Tujuan dari desentralisasi fiskal adalah untuk memperbaiki mekanisme penganggaran dan penyaluran sehingga lebih memberikan kepastian bagi daerah baik dalam jumlah maupun waktu penyaluran yang berdasarkan prognosa realisasi dan selisih kurang/lebih diperhitungkan pada Tahun Anggaran (TA) berikutnya.
Syamsurijal Tan menyampaikan percepatan pembangunan ekonomi Provinsi Jambi melalui optimalisasi kebijakan fiskal. Beliau menjelaskan Kesejahteraan masyarakat menjadi tujuan pembangunan di Provinsi Jambi, diharapkan pencapaian pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dapat diikuti dengan tercapainya tujuan pembangunan ekonomi lainnya antara lain menurunnya pengangguran atau meningkatnya penyerapan tenaga kerja, menurunnya ketimpangan pendapatan. Beliau juga berharap pemerintah mengambil kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan daya serap atau realisasi belanja pemerintah pusat dengan memperbaiki birokrasi dan meningkatkan sumber daya manusia terutama yang berkaitan dengan penyerapan dana belanja tersebut; dan memfokuskan peningkatan kemandirian daerah khususnya untuk Provinsi Jambi.
Sesi selanjutnya tanya jawab yang direspon dengan cukup antusias oleh para peserta seminar. Tidak kurang dari 10 peserta yang mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan terhadap materi presentasi yang disampaikan oleh narasumber. Namun mengingat waktu yang terbatas, hanya 6 peserta yang mendapat kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan pandangan.
Seminar diakhiri pada jam 12.40 dan ditutup dengan makan siang. (ds/mni)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)