Sekretaris BKF Menjadi Narasumber Kuliah Umum Mahasiswa FE UNPAR
Sekretaris BKF Menjadi Narasumber Kuliah Umum Mahasiswa FE UNPAR
“Tantangan Kebijakan Fiskal Indonesia: Pemerintahan Baru dan Masyarakat Ekonomi ASEAN”
Bandung (12/05): Bertempat di Aula Gedung 9 lantai 8, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Irfa Ampri selaku Sekretaris Badan Kebijakan Fiskal berkesempatan untuk memberikan kuliah umum dengan tema “Tantangan Kebijakan Fiskal Indonesia: Pemerintahan Baru dan Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Kuliah umum ini merupakan acara pembuka dari rangkaian Economics Student Conference (ESC) mahasiswa Fakultas Ekonomi Program Studi Ekonomi Pembangunan Unpar yang berlangsung pada tanggal 12-13 Mei 2014.
Acara dimulai dengan sambutan dari Miryam L. Wijaya, selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa ESC merupakan suatu kegiatan rutin dari mahasiswa Program Sudi Ekonomi Pembangunan. Tujuan dari ESC ini sebagai ajang untuk menunjukkan karya mahasiswa dari berbagai kelas yang berwujud makalah, baik perorangan maupun kelompok. Beliau juga secara resmi membuka acara Economics Student Conference (ESC) pada akhir sambutannya.
Selanjutnya Irfa Ampri mulai menyampaikan paparannya. Adapun outline yang disampaikan meliputi perkembangan perekonomian global, perkembangan perekonomian domestik, konsep kebijakan fiskal, potensi dan tantangan perekonomian Indonesia, dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut analisis dari WEO-IMF, dalam perkembangan perekonomian global tahun 2015 diperkirakan perekonomian dunia akan semakin membaik, dimana titik baliknya adalah tahun 2013. Hal ini ditandai dengan pemulihan perekonomian Amerika Serikat, Jepang, dan Eropa. Irfa Ampri menekankan pentingnya peran G20, yakni gabungan antara negara-negara dengan perekonomian terbesar di dunia dengan beberapa Industry Countries, dalam pembuatan kebijakan untuk menstabilkan perekonomian dunia.
Kemudian terkait dengan perkembangan perekonomian Indonesia terkini, Irfa Ampri menekankan pentingnya memahami beberapa indikator perekonomian Indonesia, diantaranya nilai tukar, IHSG, inflasi, harga minyak mentah Indonesia, pertumbuhan PDB, dan neraca pembayaran. Tahun 2013, Indonesia mengalami penurunan IHSG yang signifikan dan depresiasi nilai tukar Rupiah. Namun, pada tahun 2014 terjadi pemulihan ke arah sebaliknya, yakni ditandai dengan naiknya IHSG dan nilai tukar.
Paparan selanjutnya adalah terkait dengan konsep kebijakan fiskal. Irfa Ampri menyampaikan bahwa pada dasarnya kebijakan fiskal dibuat untuk menghadapi tantangan pembangunan , diantaranya adalah stabilitas perekonomian, pertumbuhan perekonomian, pemerataan pendapatan, pengurangan angka pengangguran, serta lingkungan. Irfa Ampri mengutarakan tentang beberapa fungsi dari formulasi kebijakan fiskal meliputi alokasi, stabilisasi, dan distribusi. Sedangkan dalam strategi fiskal, terdapat dua langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai fiscal sustainability, yaitu menjaga defisit dan mengurangi rasio utang.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, pertanyaan yang muncul diantaranya berkaitan dengan pertumbuhan perekonomian yang merata di semua bidang, tekanan fiskal Indonesia ketika terjadi bencana alam, dan mengenai alokasi anggaran dari pusat ke daerah (fiscal transfer). Pada akhir paparannya, Irfa Ampri juga menjelaskan tentang perlunya kesiapan Indonesia dalam menghadapi persaingan bebas dalam kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di tahun 2015. (wtr/aip)