Sosialisasi Kebijakan Fiskal Pada Kunjungan Mahasiswa Universitas Gunadarma Depok

Jakarta (13/06): Bertempat di Aula Nusantara, Gedung Radius Prawiro Lantai 1, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali mengadakan sosialisasi kebijakan fiskal dalam rangka mendiseminasikan kebijakan-kebijakan terkini terhadap dunia akademisi. Sosialisasi kali ini dilaksanakan pada Kunjungan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat ke BKF.

Sosialisasi yang dihadiri 90-an mahasiswa Universitas Gunadarma ini dimulai dengan sambutan oleh Lukas Lantip Ciptadi, Kepala Bagian Umum, Sekretariat BKF, yang mewakili Sekretaris BKF. Dalam sambutannya, Lukas Lantip Ciptadi mengawali dengan mengenalkan struktur organisasi Kementerian Keuangan secara garis besar. Kemudian Lukas menjelaskan secara lebih rinci mengenai visi dan misi, tugas pokok dan fungsi, struktur organisasi, dan karakteristik BKF sebagai salah satu unit eselon I di Kementerian Keuangan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa Universitas Gunadarma, Ahmad Husin. Dalam sambutannya, Ahmad Husin menyampaikan harapan bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini, para mahasiswa Universitas Gunadarma yang hadir dapat mengetahui secara langsung hal-hal yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Fiskal pada khususnya dan Kementerian Keuangan pada khususnya. Disamping itu kegiatan sosialisasi ini juga dapat menambah wawasan keilmuan para mahasiswa mengenai ekonomi dan keuangan.

Sosialisasi kali ini menghadirkan 2 (dua) narasumber, yaitu Syaifullah, Kepala Bidang Perubahan Iklim II, Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral (PKPPIM) BKF yang menyampaikan materi dengan judul Profil Kerjasama dengan Bank Dunia dan Strategi Kedepan; dan Muhammad Afdi Nizar, Peneliti Madya pada Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) BKF yang menyampaikan materi dengan judul Peranan Pemerintah dalam Pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia; serta dimoderatori oleh Rakhmindyarto, Peneliti Muda pada PKPPIM BKF.

Narasumber pertama, Syaifullah mengawali pemaparannya dengan menyampaikan mengenai misi dan tujuan Bank Dunia. Syaifullah kemudian menjelaskan mengenai keanggotaan, tata cara pengambilan keputusan, dan posisi hak suara Indonesia dan organisasi kelompok di Bank Dunia. Bank Dunia memiliki beberapa Organisasi Kelompok yaitu: The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), The International Development Association, The International Finance Corporation (IFC), The Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA), dan The International Centre for Settlement of Investment Disputes. Syaifullah kemudian menutup presentasinya dengan menyampaikan strategi Indonesia ke depan di Bank Dunia diantaranya: 1) refocusing pinjaman, hibah dan investasi Grup Bank Dunia dalam rangka percepatan penguatan kapasitas pembangunan nasional; 2) pergeseran loan advisory service kepada grant and fee based advisory services dan full knowledge sharing access; dan 3) Optimalisasi peran Bank Dunia dalam peningkatan di sektor swasta.

Narasumber kedua, Muhammad Afdi Nizar mengawali pemaparannya dengan menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia. Afdi Nizar menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat sehat, Pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara anggota G20 dan Emerging Markets masih cukup tinggi dan relatif stabil. Kondisi perekonomian tersebut dapat tercipta karena adanya peran dari pemerintah melalui regulasi (termasuk yang terkait dengan ekonomi syariah) dan APBN; dan partisipasi masyarakat baik melalui kegiatan ekonomi konvensional dan berbasis syariah. Pengembangan kegiatan ekonomi syariah di Indonesia lebih bersifat market driven dan bottom up dan lebih bertumpu pada sektor riil. Di Indonesia fatwa tentang produk-produk syariah bersifat  terpusat pada Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) yang independen. Perkembangan kegiatan ekonomi berbasis syariah di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat antara lain: tumbuhnya sektor perbankan syariah, pasar modal syariah, reksadana syariah, sukuk, dan pengelolaan zakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang merupakan bagian akhir dari sosialisasi ini. Antusiasme para peserta sangat baik pada acara sosialisasi ini. Hal ini terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang mengajukan pertanyaan kepada para narasumber terutama terkait masalah keuntungan yang didapat Indonesia melalui kerjasama dengan Bank Dunia dan perkembangan ekonomi syariah dalam mendukung perkembangan perekonomian Indonesia. Sosialisasi akhirnya ditutup dengan penyampaian kesimpulan oleh moderator yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada para peserta yang telah mengajukan pertanyaan terbaik serta tukar-menukar cindera mata antara perwakilan BKF dengan perwakilan Universitas Gunadarma.(mi/gh)