Kiprah Peneliti BKF dalam Forum Ilmiah Nasional dan Internasional

Dalam beberapa bulan terakhir, para peneliti Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan kembali unjuk gigi ke berbagai forum ilmiah, baik nasional maupun internasional. Kiprah mereka hampir saja lepas dari pengamatan. Padahal kiprah mereka telah menunjukkan bahwa mereka semakin eksis dan semakin diakui sebagai para peneliti yang berkelas dan memiliki bobot dalam karya ilmiahnya. Setidaknya ada tiga forum ilmiah yang diikuti oleh para peneliti BKF ini yang menunjukkan eksistensi dan kiprah mereka.

Seminar Nasional “Business in Society: Towards Asian Era”

Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakartapada 18-19 Maret 2014 di Solo Jawa Tengah. Seminar tersebut mengangkat tema “Business in Society: Towards Asian Era” dengan menghadirkan keynote speakers Gita Wiryawan (Menteri Perdagangan) dan Karen Agustiawan (Dirut PT Pertamina Tbk). Acara ini diselenggarakan dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis Dies Natalis Universitas Sebelas Maret ke-38.

Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 110 paper hasil penelitian akademisi dan peneliti dari berbagai daerah di Indonesia dinyatakan lolos dandipresentasikandalam forum Seminar Nasional tersebut. Dua diantaranya merupakan hasil kajian peneliti BKF, yaitu:

  1. “Dampak Liberalisasi Penuh Asean Free Trade Agreement (AFTA) terhadap Perekonomian Indonesia” (Benny Gunawan Ardiansyah – peneliti PKPN) dan
  2. “Arah Kebijakan Perpajakan Indonesia: Tantangan dan Peluang Dalam Jangka Menengah” (Eddy Mayor Putra Sitepu – peneliti PKPN).

Dalam kesempatan tersebut, paper karya Eddy Mayor Putra Sitepu mendapatkan prestasi gemilang dan diapresiasi sebagai Best Paper Awards untuk tema Akuntansi. Informasi lebih detail dapat dilihat dalam tautan: http://www.semnas-febuns.com/index.php/info-terkini/114-peraih-best-paper-awards

The 12th Indonesia Regional Science Association (IRSA) Conference

Konferensi IRSA yang ke-12 inidilaksanakan pada 2-3 Juni 2014 di Makassar, Sulawesi Selatan. Konferensi ini adalah acara tahunan dari IRSA, yang menjadi tempat bagi para ilmuwan dan peneliti dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari Indonesia dan sekitarnya untuk berbagi hasil penelitian dan mendiskusikan topik terkini tentang aspek regional dari berbagai isu. Tema konferensi ini adalah “Political Economy of Regional Development in Indonesia”. Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin menjadi tuan rumah konferensi tahun 2014 ini.

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 250 peserta yang berasal dari Indonesia maupun negara lainnya, dengan kapasitas sebagai peneliti, para pengambil keputusan dan perwakilan dari organisasi internasional yang terlibat dalam berbagai aktivitas dalam konferensi tersebut. Konferensi dibuka oleh Menteri Negara Perencanaan Pembangunan NasionalRepublik Indonesia/KepalaBadanPerencanaan Pembangunan NasionalProf. Armida Alisjahbana, yang juga merupakan Presiden dari IRSA. Acara konferensi tersebut terdiri dari Plenary Session, Poster Session dan Parallel Session. Plenary session adalah sesi dengan pembicara yang merupakan para ahli di bidangnya masing-masing dan merupakan ekonom dunia seperti Prof. Iwan Jaya Azis dari Cornell University/ Asian Development Bank (ADB), Prof. Ari Kuncoro dari Universitas Indonesia, Prof. Anne Booth dari SOAS, University of London, dan Prof. Budi Resosudarmo dari Australian National University.

Para peneliti Badan Kebijakan Fiskal mempresentasikan hasil kajian dengan bermacam-macam topik yaitu sebagai berikut :

  1. Adrianus Dwi Siswanto dengan judul “The Payment Ability Analysis on Disaster Insurance Program”;
  2. Akhmad Yasin dengan judul “Decentralization of the Train Operation”;
  3. Benny Gunawan Ardiansyah dengan judul “The Impact of Double Taxation for The Central and Local Taxes (Case Study of Restaurant and Hotel Tax)”;
  4. Eko Nursurachman dan Hadi Setiawan dengan judul “Municipal Bond as the Financing of MRT Jakarta Project”;
  5. Dewa Putu Ekayana dengan judul “The Impact of Local Government Expenditure on Local Economic Growth in a Pre-Decentralization and Post-Decentralization Period; The case on Subnational Governments in Indonesia”;
  6. Eddy Mayor Sitepu dengan judul “Redistribution of Tobacco Product Excise to Support Local Government Efforts in Coping with the Negative Impact of Smoking”;
  7. Martin Hasiholan Lumbantobing dengan judul “Intergovernmental Transfer and Income Redistribution : The Impact of General Purpose and Special Purpose Grant on Income Inequality and the Role of Public Participation on Local Governance”;
  8. Rita Helbra Tenrini dengan judul “Public Housing for Low Income Communities in Indonesia”;
  9. Zainul Arifin dengan judul “The Effect of Rice Protection on Agriculture Household Welfare in Indonesia”;
  10. Wesly Febriyanta Sinulingga dengan Judul “Can Government Reduce Poverty Throught Its Expenditure”.

Keikutsertaan peneliti BKF dalam konferensi berskala internasional ini dalam rangka menjalankan arahan dari Kepala BKF untuk mengembangkan kompetensi peneliti dalam melakukan kajian ilmiah serta sosialisasi kebijakan fiskal kepada publik. Dalam konferensi ini peneliti BKF juga sekaligus dapat berbagi pengetahuan baik yang berasal dari hasil penelitian maupun mendiskusikan berbagai isu dan topik terkini dari para peserta konferensi yang merupakan para peneliti yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Website konferensi: http://www.makassar2014.irsa-indonesia.org/

The 2nd Indonesian Development Research Network – Research Workshop 2014

Indonesian Development Research Network diinisiasi pada tahun 2013 untuk membangun jejaring para peneliti khususnya di Indonesia dan Australia untuk meningkatkan kerjasama di bidang penelitian terkait dengan isu-isu pembangunan di Indonesia. Program ini dipelopori oleh the Indonesia Project at the Australian National University dan the SMERU Research Institute serta disponsori oleh Department of Foreign Affairs and Trade’s Australian Aid Program. The 2nd Indonesian Development Research Network – Research Workshop 2014 diselenggarakan para Selasa-Kamis, 10-12 Juni 2014 di The Grand Hill Bistro-Cafe & Resort-Hotel Jln. Raya Puncak Km.84 Tugu Cisarua, Bogor Indonesia. Dari 34 paper karya ilmiah yang masuk kepanitia penyelenggara hanya enam paper yang terpilih untuk dipresentasikan dalam workshop tersebut. Salah satu paper itu ialah karya peneliti BKF, AndaNugroho (PKAPBN) dan Hidayat Amir (PPRF) yang berjudul: “The Impact of Electricity Subsidy Reform on Textile Industries in Indonesia”.

Setiap paper yang dipresentasikan dibahas oleh panel ahli yang kompeten dibidangnya. Kegiatan workshop  juga diisi dengan pelatihan penulisan ilmiah untuk memenuhi standar jurnal internasional dan juga peluang memasuki dunia riset internasional dengan menghadirkan para pembiacara antara lain: Prof. Hal Hill (ANU), Ben Wilson (Editor of BIES), Robert Sparrow dan Arianto Patunru (Indonesia Project-ANU), Prof. Jamal Othman (UKM-Malaysia), Arief Anshory Yusuf (Unpad), Dinna Wisnu (Paramadina) dan Mokhamad Mahdum (LPDP). Penitia penyelenggara menanggung akomodasi bagi peserta selama kegiatan berlangsung. Tautan informasi http://asiapacific.anu.edu.au/blogs/indonesiaproject/?p=3982. (#ha/rth/em)