Audiensi BKF Kemenkeu dengan Mahasiswi dari Maroko
Jakarta(26/8): Bertempat di Ruang Rapat Fiskal, Gedung R.M. Notohamiprodjo Lantai 3, Selasa sore, Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menerima kunjungan dari 3 (tiga) mahasiswi Jurusan Keuangan dan Perbankan dari Universitas Ecole Nationale de Commerce et de Gestion – Settat (ENCG Settat), Maroko. Ketiga mahasiswi tersebut melakukan kunjungan dalam rangka audiensi dengan BKF Kemenkeu untuk mengetahui lebih jauh secara langsung mengenai kebijakan fiskal, perkembangan ekonomi terkini dan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Kegiatan audiensi ini juga dilaksanakan dalam rangka mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko. Ketiga mahasiswi tersebut hadir bersama perwakilan dari Lembaga Pers Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Jurnalis Warga Indonesia (DPN AJWI).
Dalam audiensi ini, hadir sebagai narasumber yang mewakili BKF Kemenkeu adalah Kindy Rinaldi Syahrir, Kepala Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF Kemenkeu. Hadir juga Lukas Lantip Ciptadi, Kepala Bagian Umum, Sekretariat BKF Kemenkeu yang mewakili Sekretaris BKF serta perwakilan dari Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal Kemenkeu. Dari pihak AJWI hadir Neneng A. Tuty, Ketua Umum AJWI dan Popi Rahim, Sekretaris Jenderal AJWI.
Acara audiensi ini dimulai dengan penyampaian tujuan dari kunjungan oleh mahasiswi dari Maroko. Salah satu dari mahasiswi menjelaskan bahwa tujuan kunjungan mereka ke Kemenkeu RI adalah untuk mengetahui perkembangan sektor keuangan di Indonesia dan membandingkannya dengan perkembangan sektor keuangan di Maroko. Pengetahuan tersebut sangat bermanfaat bagi mereka yang sedang mengambil kekhususan mata kuliah di bidang keuangan. Acara audiensi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber.
Narasumber mengawali dengan menyampaikan bahwa Indonesia menganut sistem perekonomian terbuka dan Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-16 di dunia yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara anggota G-20. Narasumber kemudian menjelaskan materi presentasi yang telah disiapkan yaitu terkait perkembangan perekonomian global, perkembangan perekonomian domestik di Indonesia serta kombinasi antara kebijakan moneter dan fiskal di Indonesia. Dalam audiensi ini, ketiga mahasiswi dari Maroko benar-benar memanfaatkan acara ini dengan maksimal untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan terkait perekonomian dan kebijakan fiskal di Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan aktifnya mereka berdiskusi dengan narasumber baik ketika narasumber menyampaikan materi maupun setelah narasumber selesai menyampaikan seluruh materi. Acara audiensi ini kemudian diakhiri dengan foto bersama. (mi/ar)