The 4th G20 Investment and Infrastructure Working Group Meeting
Jakarta(29/8): Sebagai rangkaian dari kegiatan pertemuan G20 Investment and Infrastructure Working Group (IIWG) tahun 2014 yang membahas mengenai peningkatan pembiayaan investasi infrastruktur jangka panjang secara global, Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam hal ini Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyelenggarakan pertemuan G20 IIWG yang ke-4 bertempat di Hotel Pullman Central Park Jakarta, 28-29 Agustus 2014. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang diselenggarakan di Meksiko, Australia dan Singapura.
Pertemuan kali ini dipimpin secara bersama-sama oleh tiga negara co-chairs yaitu Indonesia, Jerman, dan Meksiko serta Presidensi G20 Australia. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh negara anggota G20 yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Republik Rakyat Tiongkok, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari tiga negara undangan yaitu Spanyol, Singapura, dan Selandia Baru. Selain negara-negara tersebut, hadir juga perwakilan dari lembaga-lembaga internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), Asian Development Bank (ADB), Financial Stability Board (FSB), International Organization of Securities Commissions (IOSCO), European Investment Bank (EIB), Islamic Development Bank (IDB), dan G24. Hadir sebagai co-chairs G20 IIWG Indonesia adalah Isa Rachmatarwata, Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan, yang didampingi oleh Syurkani Ishak Kasim, Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.
Pertemuan IIWG ke-4 di Jakarta kali ini dilangsungkan selama dua hari dan dibagi menjadi enam sesi pertemuan. Sesi pertama membahas mekanisme untuk menyampaikan hambatan-hambatan utama dari infrastruktur yang ditangani oleh G20. Sesi kedua membahas mengenai cara meningkatkan iklim investasi dan penilaian dari negara-negara lain. Sesi ketiga membahas format intermediasi keuangan. Sesi keempat membahas format optimalisasi sumber daya Multilateral Development Bank (MDB). Sesi kelima membahas format perencanaan dan persiapan proyek yang akan disampaikan pada pertemuan KTT G20 Brisbane di bulan November. Sesi yang terakhir atau keenam membahas mengenai waktu penyampaian dan pertemuan untuk mengintegrasikan hasil-hasil yang disampaikan.
Adapun secara garis besar pertemuan ini membahas: (i) mekanisme hasil-hasil elemen utama yang menjadi hambatan utama dalam investasi infrastruktur; (ii) tindak lanjut pembahasan masing-masing workstream; (iii) melakukan integrasi hasil kesepakatan diskusi IIWG dalam satu paket dokumen; (iv) format deliverables yang akan disampaikan pada pertemuan KTT Brisbane di bulan November. (mi/ar)
File Terkait:



