Seminar Kebijakan Fiskal 2014 dan Perkembangan Ekonomi Terkini di Banjarmasin
Banjarmasin (7/10): Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB), khususnya Kantor Wilayah (Kanwil) DJPB Provinsi Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Sekretariat Jenderal (Setjen), dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) kembali menyelenggarakan seminar kebijakan fiskal 2014 dan perkembangan ekonomi terkini di Hotel Golden Tulip Banjarmasin pada tanggal 7 Oktober 2014. Seminar ini mengambil tema “Strategi Penguatan Kebijakan Fiskal pada Provinsi Kalimantan Selatan, Dalam Rangka Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan”.
Acara diawali dengan laporan panitia penyelenggara yang disampaikan oleh Kiswandoko, Kepala Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam laporannya, Kiswandoko berharap agar acara ini dapat memberikan informasi yang berguna khususnya untuk perkembangan ekonomi provinsi Kalimantan Selatan. Selanjutnya disusul dengan keynote speech yang disampaikan oleh Haryana, Sekretaris DJPB. Haryana menjelaskan tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia yang memberi dampak pada Indonesia. Pada akhir paparan, Haryana mengajak seluruh elemen pemerintah daerah, akademisi dan pemerhati keuangan untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas dan evaluasi belanja agar mengahsilkan output dan outcome yang memberikan multiplayer effect yang besar. Acara selanjutnya adalah penandatanganan nota kesepahaman pertukaran data antara Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Selatan, perwakilan Bank Indonesia Wilayah Kalimantan (Wilayah II) dan perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel. Diskusi panel ini dimoderatori oleh Syafriyadi, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sekertariat DJPB. Diskusi panel diisi oleh empat narasumber. Narasumber pertama, Kindy Rinaldy Syahrir (Kepala Bidang Pemantauan Dini Ekonomi Makro, Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, BKF) yang mempresentasikan Perkembangan Perekonomian, Outlook Asumsi Ekonomi Makro 2014 (2015) dan Kebijakan Fiskal Terkini. Lalu narasumber kedua, Putut Hari Setyaka (Kasubdit Dana Alokasi Khusus, Direktorat Dana Perimbangan, DJPK) menjelaskan mengenai Kebijakan Dana Transfer Daerah Tahun 2014 (2015). Narasumber ketiga, Djaseran (Kepala Bappeda Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan) menyampaikan hal terkait Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penguatan Kebijakan Fiskal dan Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan. Narasumber keempat, Lydia Kurniawati (Plt. Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Selatan) menyampaikan Hasil Kajian Fiskal Regional (KFR) Tahun 2013 Kanwil DJPB Provinsi Kalimantan Selatan. Dilanjutkan dengan pembahasan materi paparan oleh Handry Imansyah (Regional Economist Kementerian Keuangan Wilayah Kalimantan Selatan).
Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab. Antusiasme para peserta seminar dalam sesi tanya jawab sangat besar. Apresiasi yang tinggi juga ditunjukkan oleh peserta seminar dalam acara ini. Selanjutnya acara ditutup dengan penyerahan plakat kepada narasumber. (ady)