International Conference on Growth Strategies For A Rising Indonesia
Bali (10/10): Menjelang era pemerintahan baru Indonesia tentu memerlukan strategi dan layout prioritas kebijakan dalam mewujudkan visi pembangunan jangka menengah (5 tahun) dan jangka panjang (s.d. 2030). Untuk merumuskan hal tersebut, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Bappenas dan Bank Indonesia menyelenggarakan “International Conference Growth Strategies for a Rising Indonesia” di Grand Nikko Hotel, Bali pada tanggal 10 Oktober 2014.
Konferensi tahun ini merupakan tindak lanjut seminar tahun 2013 mengenai rekomendasi konkrit kebijakan dan implementasinya dan diharapkan dapat menghasilkan jenis strategi apa yang cocok diterapkan di Indonesia untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif. Konferensi ini diharapkan dapat menghasilkan urutan prioritas kebijakan, jenis investasi, dan reformasi kelembagaan yang diperlukan untuk memfasilitasi keberhasilan pelaksanaan strategi pertumbuhan ini.
Konferensi yang dihadiri oleh sekitar 278 orang peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat terutama para pakar ekonomi baik internasional maupun domestik di buka dengan keynote speech oleh Lukita Dinarsyah Tuwo (Wakil Menteri Bappenas) dan Hamid Rashid sebagai Advisor UNDESA. Konfrensi dibuka secara resmi dan sekaligus opening remaks oleh Bambang P.S. Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan II. Beliau sangat berharap diakhir konferensi ini dapat strategi yang terbaik untuk membawa Indonesia yang lebih cerah dan sejahtera.
Setelah sesi foto bersama, Bambang P.S. Brodjonegoro melaporkan hasil technical workshop yang dilakukan satu hari sebelumnya di Graha Sawangan Grand Nikko Hotel yang dihadiri oleh para ekonom internasional dan domestik. Dalam sesi pertama ini Bambang P.S. Brodjonegoro melaporkan target pertumbuhan saat ini, pentingnya sektor manufaktur, reformasi kebijakan, potensi Indonesia, dan framework implementation.
Sesi kedua tentang Strengthening Manufacturing dipandu oleh moderator William Walace dari DFAT (Departement of Foreign Affairs and Trade). Sesi ini diharapkan dapat mengidentifikasi langkah-langkah kebijakan yang konkrit untuk memperluas sektor manufaktur di Indonesia dan untuk memungkinkan negara dalam mengambil keuntungan dari global value chains. Dalam sesi ini hadir beberapa pembicara yaitu, Ebrahim Patel (Minister of Economic Development of South Africa), Wing Thye Woo (University of California, Davis), Seung-Hun Chun (President, Korea Institute for Development Strategy), dan Palgunadi T. Setyawan (Former Senior Vice Director PT. Astra). Acara di lanjutkan dengan diskusi panel.
Sesi ketiga membahas tentang The Role of the Financial Sector yang diharapkan mampu menyajikan perspektif sektor swasta dan publik tentang peran sektor keuangan, baik bank, lembaga keuangan non bank dan pasar modal dalam meningkatkan investasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan inklusifitas pertumbuhan di Indonesia. Sesi ini juga difokuskan pada kebijakan khusus dan reformasi kelembagaan yang diperlukan untuk meningkatkan kontribusi membiayai pembangunan ekonomi negara. Acara yang dipandu oleh Kahlil Rowter (Economist) sebagai moderator menghadirkan pembicara Mohamad Ikhsan, Jeff Carmichael (Chief Executive officer of Promontory Financial Group Australia), dan Naoyuki Yoshino (Dean, Asian Development Bank Institute).
Sesi keempat, tentang “The role of monetary and fiscal policies in supporting long-term inclusive growth” yang membahas peran kebijakan publik, baik moneter dan fiskal, dalam meningkatkan tingkat dan kualitas pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Sebagai pembicara adalah Gerald Epstein (University of Massachusetts, Amherst), Rob Heferen (Executive Director-Australian Treasury), Ari Kuncoro (Dean of FEUI) dan dilanjutkan dengan duskusi panel yang dipandu oleh Hamid Rashid (Senior Advisor, UNDESA) sebagai moderator.
Konferensi di akhiri dengan sesi kelima yang dipandu oleh moderator Ross H. Mcleod (Australian National University) dengan tema Policy prioritization and implementation dengan sasaran fokus pada prioritas dan waktu reformasi diidentifikasi dalam sesi sebelumnya sebagai prasyarat penting bagi pertumbuhan berkelanjutan dan berkeadilan di Indonesia. Selain itu, sesi ini membahas apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas lembaga yang bertanggung jawab untuk mendukung strategi pertumbuhan Indonesia. Sebagai pembicara dalam sesi ini adalah Darmin Nasution (Chairman of ISEI/ Former Governor of BI), James A. Brumby (World Bank), dan Yongseong Kim (Director and Vice President, Departement of Human Resource Development Policy Korean Development Institute). Sesi kelima ini ditutup dengan panel diskusi.
Konferensi ini didukung oleh Australian Aid, UNDESA, Asian Development Bank, World Bank, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Bahan lebih lengkap dapat di download di portal.fiskal.depkeu.go.id/seminar2014. (aanridha-aam)